Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hj. Ratu Tatu Chasanah Kunjungi Tokoh Agama di Kecamatan Pontang

By On 10/22/2020 10:18:00 PM

Penulis : Lahudin



SERANG, Cula1.ID - Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Serang nomor urut 01 Hj. Ratu Tatu Chasanah - H. Pandji Tirtayasa mengunjungi tokoh agama (toga) di Kecamatan Pontang, salah satunya di Desa Kaserangan, Kamis (22/10/2020).

Pada acara tersebut dihadiri Cabup Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah, Sekretaris Pemenangan Paslon 01 H. Bahrul Ulum, tokoh agama Desa Kaserangan Ustad Saiful Habibullah, Ketua Relawan Restu Hafid Siswanto, tamu undangan sebanyak 50 orang dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, H. Bahrul Ulum selaku moderator menjelaskan alasan mengapa Ibu Tatu masih mau menyalonkan dirinya di Pilkada serentak ini, karena ingin melanjutkan program dan pembangunan yang sudah berjalan selama ia menjabat Bupati Serang kemarin.

"Intinya Ibu Tatu ingin melanjutkan program yang sudah berjalan, dimana prioritas program yang sudah berjalan selama kepemimpinannya yakni infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan masih ada lagi," jelasnya.

Masih kata Bahrul Ulum, pada tahun ini (2020-red) sebetulnya banyak program yang sudah Ibu Tatu rencanakan. Akan tetapi terkendala dengan adanya Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), sehingga banyak anggaran yang di pangkas.

"InsyaALLAH apabila Ibu Tatu bersama H. Pandji terpilih kembali, maka program yang sudah direncanakan sebelumnya akan dilanjutkan pada periode selanjutnya," tambahnya.

Ustad Saiful Habibullah mengucapkan banyak terima kasih kepada Paslon 01 Tatu - Pandji yang sudah berkenan hadir dalam kunjungannya kepada para tokoh agama yang ada di Kecamatan Pontang.

"Saya sebagai tuan rumah berterima kasih yang sebesar-besarnya atas hadirnya Hj. Ratu Tatu Chasanah dan H. Pandji Tirtayasa, semoga kita semua diberikan kesehatan dan diberikan kemudahan untuk mendukung Paslon 01 dan semoga di ridhoi oleh ALLAH SWT untuk memimpin Kabupaten Serang," ucapnya.

Sementara itu, calon Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah merasa bersyukur dengan adanya momen politik seperti ini. Dikarenakan bisa dekat, bertatap muka langsung dan bersilaturahmi dengan tokoh agama serta masyarakat yang ada di Kabupaten Serang.

Serta meminta maklum dan minta maaf atas terbatasnya tamu undangan dalam acara kunjungannya ke tokoh agama yang ada di Kecamatan Pontang.

"Saya meminta maaf atas terbatasnya tamu undangan. Dikarenakan kita semua sedang diuji dengan adanya Pandemi Covid-19 dan semoga wabah ini cepat berlalu," kata Tatu dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Tatu menerangkan beberapa program yang akan ia lanjutkan apabila terpilih kembali dalam Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada tanggal 09 Desember mendatang.

"Program Beasiswa Kedokteran dari lulusan SMA, karena kurangnya tenaga kesehatan di Kabupaten Serang," tambahnya.

Selain program Kesehatan, di sektor Pendidikan, Beasiswa, pelatihan kerja, bedah rumah serta pengadaan Ambulance pun akan terus ditingkatkan agar terciptanya masyarakat yang mempunyai daya saing dimasa yang akan datang.

"Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai sektor pendidikan, kesehatan, dan berbagai lainnya, kami merasa kesulitan diantaranya dalam merealisasikan pembangunannya, maka dari itu saya mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak," harapnya.

Terkait program peningkatan sarana air bersih yang sempat dipertanyakan salah satu warga, Tatu mengungkapkan itu sedang kami tingkatkan, terlebih di daerah Pontang, Tirtayasa, dan Tanara yang memang kandungan airnya agak sulit.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas terkait perihal adanya sarana air bersih yang sudah ada, namun tidak berfungsi dan semoga bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan warga," ungkapnya.


Tolak UU Omnibus Law, Buruh se-Banten Bakar Ban di Pertigaan Cikande Asem

By On 10/22/2020 01:38:00 PM

Penulis : Alfian/Dam



SERANG, Cula1.ID - Ribuan pendemo yang terdiri dari gabungan Serikat Buruh yang berasal dari Provinsi Banten berkumpul di perbatasan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, tepatnya di pertigaan Cikande Asem.

Mereka para pendemo yang tadinya hendak ke Istana Presiden Jakarta, terhambat karena akses Jalan di blokade oleh ratusan aparat Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berjaga di wilayah perbatasan tersebut, sehingga para buruh berorasi dan membakar ban bekas di tengah jalan.

Ketua Serikat SPS Serikat Pekerja Nasional (SPN) dari PT. Parkland World Indonesia 2, Syahrudin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya bersama dengan ratusan anggota dari perwakilan PT. PWI 2 menyayangkan dengan sikap aparat Kepolisian yang memblokde jalan, sehingga tidak dapat kumpul dengan teman-teman buruh yang ada di Jakarta.

"Dengan adanya blokade jalan, kami bersama ribuan buruh dari beberapa serikat buruh tidak dapat memberikan orasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Presiden," kata Syahrudin, Kamis (22/10/2020).

Maka dari itu, kami bersama teman buruh melakukan orasi di pertigaan Cikande Asem, sebagai bentuk dukungan dari kami para Buruh yang ada di Provinsi Banten untuk penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Walaupun di Cikande Asem, semoga suara kami buruh Banten sampai ke teman-teman yang ada di depan Istana Presiden," imbuhnya.

Terpisah, perwakilan buruh dari PT. Nikomas Gemilang Siti Badriah mengungkapkan kekesalannya tidak dapat kumpul dengan teman-teman buruh lainnya di Istana Presiden.

"Padahal kami bersama perwakilan buruh se-Banten hanya ingin kumpul dan berorasi di depan Istana Presiden, mngapa kami harus di blokade seperti ini," ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, kami para buruh yang hendak ke Jakarta menumpuk di pertigaan Cikande Asem dan akhirnya membuat keputusan bersama bahwa kami berorasi di pertigaan Cikande Asem.

"Semoga saja suara kami ikut mendukung dan di dengar oleh teman-teman buruh yang ada di Istana Presiden. Kami semua buruh se-Banten menolak disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR-RI dan batalkan Cipta Kerja," imbubnya.


Hasil Core Drill Betonisasi Desa Undar Andir Sesuai RAB

By On 10/22/2020 11:20:00 AM

Penulis : Lahudin



SERANG, Cula1.ID - Kegiatan betonisasi Jalan Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten dengan volume 332 M x 3.5 M x 0.15 M, hasil coring beton yang dilaksanakan tim CV. Tanara Mas Teknikindo dan bekerja sama dengan Kampus Untirta bersama PDTI Kecamatan Kragilan dan pihak Desa mencapai nilai rata-rata 15.7 cm.

Coring beton adalah suatu kegiatan atau pekerjaan melubangi beton dengan menggunakan mesin yang bernama Core Drill. 

Hasil Core Drill didapatkan dari 6 titik lokasi coring, dimana dari panjang 332 M ditentukan pertitik coring berjarak 50 M dan hasil pertitik diantaranya titik pertama 15 cm, ke dua 17 cm, ke tiga 15.5 cm, ke empat 15.4 cm, ke lima 14.7 cm dan titik ke enam 17 cm dan hasil penjumlahan dibagi 6 titik, sehingga menghasilkan nilai rata-rata ketinggian dan lokasi titik di random, yakni pinggir kanan, tengah dan kiri.

PDTI Kecamatan Kragilan Bambang mengatakan bahwa untuk hasil ketinggian coring nilai rata-rata sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan.

"Hasil nilai rata-rata mencapai 15.7 cm," kata Bambang d lokasi, Kamis (22/10/2020).

Masih kata Bambang, untuk kalkulasi hitungan coring itu sendiri ditentukan dari berapa titik coring di jumlahkan dan hasilnya dibagi jumlah titik tersebut.

"Dari situ nanti ada hasil nilai rata-rata yang didapatkan," tambahnya.

Terpisah, Kepala Desa Undar Andir Khusni Mubarak mengungkapkan, dengan adanya hasil coring ini pihaknya mengucapkan terima kasih kepada tim coring dan PDTI Kecamatan Kragilan yang mendampingi kegiatan coring ini.

"Alhamdulillah, untuk kegiatan yang sudah selesai dikerjakan hasil coringnya sesuai dengan RAB," ungkapnya.

Selanjutnya Kepala Desa menambahkan, semoga dengan selesainya pembangunan rabat beton ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan mari bersama kita jaga serta rawat jalan ini.

"Ini merupakan program pertama yang saya kerjakan dan insyaALLAH untuk kedepan akan kita tingkatkan pembangunan infrastruktur jalan," imbuhnya.

Untuk diketahui, kegiatan betonisasi Jalan Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang yang berlokasi di RT 003 - 004 dengan volume 332 M x 3.5 M x 0.15 M dengan anggaran Rp 212.338.136 yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020.

Galian Pipa IKK Cikande Diduga Serobot Lahan Warga

By On 10/21/2020 09:45:00 PM

Penulis : Imanudin Arohman



SERANG, Cula1.ID - Paket pekerjaan pengadaan dan pemasangan Pipa Distribusi IKK Cikande yang berlokasi di Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten yang sedang dikerjakan PT. Cipta Muda Perkasa, diduga dalam tahapan pekerjaan telah menyerobot lahan milik warga.

Salah satu pemilik lahan Ibu Susi yang beralamat di Kampung Kaman Pasir 03/03 Desa Cikande, Kecamatan Cikande, menjelaskan bahwa PT. Cipta Muda Perkasa telah menggali tanah miliknya tanpa izin terlebih dahulu.

"Pada saat itu saya akan mengeluarkan kendaraan hendak keluar, akan tetapi tidak bisa melintas karena tanah milik saya telah digali tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu," jelasnya beberapa waktu yang lalu.

Dengan adanya kejadian ini, dirinya tidak terima dan merasa tidak nyaman, karena tanah miliknya telah digali oleh proyek galian Pipa IKK dengan jenis pipa HDPE.

"Ketika saya menayakan kepada salah satu petukang, dirinya menyuruh saya untuk menghubungi Ibu Rahma," tambahnya.

Ketika dikonfirmasi, PT. Cipta Muda Perkasa melalui Rahma mengatakan bahwa dirinya sedang dirumah dan kemarin pihaknya baru saja dari lokasi di Desa Cikande serta bertemu dengan rekan-rekan.

"Memangnya kemarin tidak ketemu dengan saya?" katanya via pesan Whatsapp.

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan adanya penyerobotan lahan serta tidak adanya Papan Informasi Proyek (PIP), Rahma langsung memblokir nomor Whatsapp.

Data yang diperoleh dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Serang, pekerjaan pengadaan dan pemasangan Pipa Distribusi IKK Cikande yang sedang dikerjakan oleh PT. Cipta Muda Perkasa yang beralamat di Perum Sepang Mountain Residence Blok B1 No. 03 Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang dengan anggaran mencapai Rp 1.709.828.843.31 dimana Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang selaku Satuan Kerja.

Terima Program FMSRB, Ketua Poktan Ucapkan Terima Kasih

By On 10/21/2020 12:38:00 AM

Penulis : Lahudin



SERANG, Cula1.ID - Program Flood Management In Selected River Basin (FMSRB) yang diterima Kelompok Tani Tunas Tani 1 yang beralamat di Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten dengan jenis pekerjaan jalan, Ketua Poktan mengucapkan rasa terima kasih atas adanya kegiatan yang sekarang sedang dikerjakan.

Kegiatan Optimasi Lahan FMSRB dengan jenis pekerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Kampung Jati Cilik, Desa Cakung, dengan anggaran Rp 250.600.000 yang bersumber dari FMSRB Loan ADB tahun anggaran 2020 dan dilaksanakan secara padat karya.

Tujuan dari program FMSRB adalah meningkatkan kondisi lahan pertanian di lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau, Ciujung, dan Cidurian (C3) untuk mengendalikan erosi dengan memperbaiki pengelolaan lahan, mengurangi laju air permukaan dengan konservasi udara dan meningkatkan pendapatan petani dari pengelolaan DAS atau agroforestri.

Selain tujuan program tersebut, pembangunan Jalan Usaha Tani adalah untuk membangun atau merehabilitasi jalan sesuai dengan standar biaya berdasarkan peraturan yang berlaku, meliputi kawasan budidaya tanaman pangan, kawasan budi daya perkebunan, dan kawasan budi daya hortikultura.

Menurut Ketua Kelompok Tani Tunas Tani 1 Mukari mengungkapkan bahwa dengan adanya program ini diharapkan bisa mempermudah akses jalan para petani untuk lebih mudah mengangkut hasil panen.

"Alhamdulillah, akhirnya apa yang selama ini saya perjuangkan bisa terealisasi dan saya ucapkan banyak terima kasih kepada Dinas terkait atas adanya program ini," ungkapnya di lokasi kegiatan, Selasa (20/10/2020).

Masih kata Bukari, untuk pekerjaan jalan pertanian yang dibangun yakni 1.400 meter dan lebar 2.5 meter dengan pelaksanaan aspal lapen dan pekerjaan baru mencapai 70 %. Dimana sebelum mendapatkan program ini, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Binuang dan Desa Cakung rusak parah.

"Perkiraan baru mencapai 70 % dan saya upayakan agar cepat selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat sekitar," imbuhnya.

Terpisah, warga Kampung Jati Gede Yusuf sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan yang sedang dikerjakan oleh Ketua Poktan Mukari. Karena, menurut Yusuf, ini merupakan akses jalan penghubung dan bisa dikatakan merupakan akses jalan utama.

"Selain untuk jalan pertanian, jalan ini pun digunakan oleh para warga yang lain untuk kegiatan ysng lainnya," ucapnya.

Senada di ungkapkan warga Kampung Serewu Satibi, dirinya merasa senang dengan adanya program Flood Management In Selected River Basin, dimana jalan ini bisa mempercepat akses jalan dirinya yang memang keseharian bekerja di salah satu perusahaan di Kawasan Modern.

"Dengan dibangunnya akses jalan ini, bisa mempercepat jarak tempuh untuk bisa lebih cepat sampai ke pabrik," ungkapnya.

Pemberitaan Klarifikasi PT. Frans Putrs Textile Diduga Langgar KEJ

By On 10/19/2020 07:11:00 PM

Penulis : Redaksi



SERANG, Cula1.ID - Terkait dengan pemberitaan klarifikasi PT. Frans Putra Textile yang tayang pada salah satu media online beberapa waktu yang lalu, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Serang Timur (Perwast) Mansar menilai bahwa apa yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan dan oknum media online tersebut diduga sudah melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan oleh Dewan Pers.

“Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut," kata Mansar seperti dikutip dari media online aktualbanten.com, Senin (19/10/2020).

Selanjutnya Mansar menjelaskan, bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya.

"Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu," jelasnya.

Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.

Masih kata Mansar, di dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 11 disebutkan wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional. Begitu juga dengan hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.

“Pada point C, proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki. Aturan ini juga tertuang dalam pedoman media siber yang tercantum pada point 4 yakni ralat, koreksi, dan hak jawab,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Mansar menilai berita klarifikasi PT. Frans Putra Textile yang ditayangkan oleh salah satu oknum media online diduga tidak sesuai dengan ketentuan pedoman Media Siber.

“Klarifikasi atau hak jawab harus dan wajib dinaikkan seutuhnya dan menautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab,” tutupnya.

Terpisah, Humas PT. Frans Putra Textile, Muhayat menyangkal bahwa klarifikasi pemberitaan di salah satu media online tersebut tidak resmi.

"Ya itu tidak resmi, dan tidak ada tembusan ke kami. Sekali lagi kami tegaskan bahwa klarifikasi pemberitaan tersebut tidak resmi, dan bukan kami yang mengeluarkan klarifikasi tersebut," kilahnya kepada awak media.

DPC Posraya Tangsel Galang Tanda Tangan Dukung Muhamad - Saras

By On 10/19/2020 12:53:00 PM

Penulis : Jun



TANGSEL, Cula1.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posraya menggalang tanda tangan untuk mendukung Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan nomor urut satu Muhamad - Saras di Kavling Keuangan, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Minggu (18/10/2020).

Di Tangerang Selatan, pesta demokrasi diramaikan dengan kreativitas masing-masing pendukung paslon. Ditengah keramaian masyarakat yang tetap mematuhi aturan Protokol Covid-19.

Ketua DPC Posraya Indonesia Tangerang Selatan yang diketuai Teguh Priyatna melakukan aksi berjalan kaki dari Kavling Keuangan sampai Gang H. Kuming dengan melakukan orasi dan nyanyian dukungan. Selain membagikan bunga kertas yang merupakan gerakan identik dari Posraya Indonesia, mereka juga membentangakan baner dukungan untuk ditanda tangani masyarakat.

"Antusias masyarakat Tangsel terlihat dengan banyaknya tanda tangan yang dibubuhkan dibaner-baner yang dibawa puluhan Relawan Posraya Indonesia," kata Ketua DPC Posraya Indonesia Tangsel di lokasi.

Masih kata Teguh, gelombang dukungan semakin hari makin besar, hari ini masyarakat Tangsel di Pamulang memberikan tanda tangannya sebagai bukti nyata, kalau mereka akan datang ke TPS 9 Desember dan mencoblos Muhamad - Saraswati.

"Kami sudah mendapatkan intruksi dari DPP untuk mendukung dan memenangkan pasangan nomor urut satu di sini. Kami akan buat gelombang dukungan masyarakat makin tidak terbendung, dan masyarakat makin berani menyuarakan dukungan nya buat Muhamad - Saras," ucapnya.

APH Diminta Tindak Tegas Oknum Pengedar Obat Golongan G

By On 10/18/2020 07:52:00 PM

Penulis : Andre Amin

SERANG, Cula1.ID - Meski saat ini toko kosmetik yang diduga menjual obat terlarang dengan jenis Tramadol dan Hexymer di Wilayah Kabupaten Serang sudah tutup, namun masih saja ada oknum yang sengaja menjual obat tersebut dengan cara diedarkan perorangan.

Dimana jenis obat golongan G di antaranya Hexymer (tablet kuning), Alprazolam, Double L, Tramadol, dan Trihexyphenidyl (Double Y).

Padahal sudah jelas di aturan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 196 berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Sementara Pasal 197 menjelaskan setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Hasil penelusuran media, Minggu (18/10/2020) dini hari, masih ada saja oknum penjual perorangan yang diduga dengan sengaja menjual obat tersebut kepada para pelajar dan pembeli yang berada di wilayah Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Dimana modus yang dilakukan oleh oknum untuk menjual obat jenis Tramadol dan Hexymer yakni dengan cara mencari lapak-lapak yang kosong sembari menentukan waktu guna memperlancar transaksi obat tersebut kepada pembeli.

Dengan adanya kejadian seperti itu, salah satu warga yang bernama Indra mengharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar secepatnya melakukan tindakan terhadap oknum yang diduga dengan sengaja menjual obat jenis Tramadol dan Hexymer di wilayah Kecamatan Cikande khususnya dan Provinsi Banten umumnya.

"Jangan sampai generasi muda sekarang ini moralnya hancur hanya gara-gara mengkonsumsi obat itu dan saya meminta agar APH menindak tegas oknum yang sengaja menjual obat tersebut," ucapnya.


Ketinggian Lean Concrete Peningkatan Jalan Pontang - Kronjo - Mauk Diduga Bervariasi

By On 10/18/2020 02:58:00 PM

Penulis : Redaksi

TANGERANG, Cula1.ID - Kegiatan dan pembangunan Ruas Jalan Wilayah Utara tahun 2020 - 2021 peningkatan Jalan Pontang - Kronjo - Mauk (PKM) yang sedang dikerjakan CV. Berdikari Jaya dengan nomor kontrak ADD.K02/600/0918.01/SPK/PJ-PKM/BBM/DPUPR/IX/2020 dan biaya mencapai Rp 7.438.134.400,00 yang bersumber dari APBD P - Pendanaan Daerah PT. SMI T.A 2020 dan APBD T.A 2021, waktu pelaksanaan 180 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. 

Kegiatan tersebut pemenang lelangnya adalah CV. Berdikari Jaya yang beralamat di Kadusumbul 04/05, Pegadungan, Karangtanjung, Pandeglang, dengan panjang penanganan 1.30 Km dan metode kerja pembongkaran beton lama diganti dengan kontruksi Beton FS'45 + wiremesh dengan lebar 7 meter, ketebalan rigid pavement 25 centimeter.

Lean concrete atau disebut LC adalah lantai kerja untuk pekerjaan rigid pavement, sehingga lapisan ini bukan termasuk lapisan struktur. Namun wajib ada sebelum pekerjaan beton (rigid) dan fungsinya hanya sebagai lantai kerja agar air semen tidak meresap ke dalam lapisan bawahnya.

Ketika dikonfirmasi perwakilan dari CV. Berdikari Jaya Eli mengatakan bahwa kegiatan ini baru berjalan 1 bulan, pihaknya sudah melakukan Rapid Test di Puskesmas Baros, Kabupaten Serang dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk hasil rapid test petukang, itu ada sama bos saya," kata Eli di lokasi kegiatan Segmen III, Sabtu (17/10/2020).

Untuk kegiatan peningkatan Jalan PKM, Eli menjelaskan bahwa untuk material sudah dilakukan uji laboratorium, ketinggian lean concrete mencapai 10 centimeter, ketinggian rigid pavement 25 centimeter dan hari ini kami lakukan gelaran LC sepanjang 250 meter.

"Apabila ada ketinggian LC yang kurang dari 10 centimeter nanti akan saya tambahkan lagi agregatnya," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Grak Indonesia DPD Provinsi Banten Arohman Ali menuturkan, seharusnya pihak pelaksana dalam melaksanakan suatu kegiatan harus sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan metode pelaksanaan yang sudah ditentukan sebelum kegiatan itu dilaksankan.

"Kalau memang di RAB ketinggian LC 10 cm, berarti dilapangan juga harus sesuai, yakni 10 cm dan jangan dikurangi lagi," ucapnya.

Masih kata Ali, setelah saya lihat foto dan saya kalkulasi dengan nilai rata-rata ketinggian LC yang digelar pada Segmen III dengan panjang 250, yakni ketinggian hanya 7 cm. Dikarenakan setelah tarik benang secara zig zag, untuk ketinggian LC samping kanan 7 cm, tengah 7 cm dan sebelah kiri 5 cm.

"Dengan adanya ketinggian LC yang bervariasi setelah diukur, saya menduga pelaksana dilapangan telah mencuri ketinggian LC 3 cm dari yang seharusnya 10 cm," tambahnya.

Selanjutnya Ali mengharapkan dengan adanya temuan ketinggian LC yang bervariasi dan tidak adanya uji sandcone (kepadatan) untuk agregat, ia mengharapkan kepada konsultan pengawas, Pelaksana Teknis (Peltek) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga DPUPR agar secepatnya turun kelokasi.

"Saya meminta kepada instansi terkait agar melakukan tindakan terhadap dugaan ketinggian LC yang bervariasi di Peningkatan Jalan Pontang - Kronjo - Mauk di STA 0+0 Segmen III Kronjo - Mauk," harapnya.

Hasil pantauan media dilokasi, nampak hamparan agregat tidak dibasahi sebelum dipadatkan, pada titik STA 0+0 Segmen III (Kronjo - Mauk) terdapat ketinggian gelaran Lean Concrete sepanjang 250 meter bervariasi mulai dari 5 centimeter sampai dengan 7 centimeter, diduga pada Segmen III terdapat puing-puing pembongkaran beton lama dan digunakan kembali untuk pemadatan.

Padahal sudah dijelaskan dalam metode pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Pontang - Kronjo - Mauk, Divisi 5 perkerasan berbutir Lapis Pondasi Agregat B urutan kerjanya adalah agregat B dikirim dari Quarry langsung ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck, agregat B yang telah dikirim, dihampar menggunakan Motor Grader, hamparan agregat dibasahi dengan Water Tank Truck sebelum dipadatkan dengan Vibratory Roller dan selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.


PT. Cipta Bajasakti Cemerlang Diduga Abaikan Amdal

By On 10/17/2020 01:23:00 PM

Penulis : Amroji


SERANG, Cula1.ID - PT. Cipta Bajasakti Cemerlang yang berlokasi di Jalan Cikande - Songgom Jaya, Desa Songgom Jaya Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang diduga telah mengabaikan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sehingga mengakibatkan beberapa rumah warga terendam banjir.

Amdal adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan di Indonesia.

Analisis dampak lingkungan ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural.

Dimana dasar hukum analisis dampak lingkungan di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang "Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. Amdal telah dilaksanakan sejak 1982 di Indonesia.

Salah satu rumah yang terdampak banjir luapan lumpur yakni warga Kampung Cilotik 05/01, Desa Songgom Jaya, H. Roji mengatakan bahwa setiap hujan turun, pekarangan rumah beserta warga yang lain terendam banjir.

"Mungkin dikarenakan minimnya pembangunan drainase yang dilakukan PT. Cipta Bajasakti Cemerlang, sehingga warga yang lokasinya tidak jauh dari pabrik pasti terendam banjir," kata H. Roni kepada awak media, Jum'at (16/10/2020).

Senada diungkapkan Kepala Desa Songgom Jaya Muhtadi menjelaskan banjir yang selalu menggenangi rumah warga ketika air hujan turun diduga pemasangan drainasenya tidak sesuai.

"Pembangunan drainase yang di bangun oleh perusahaan waktu itu diduga tidak sesuai teknis. Pada akhirnya air meluap ke jalan dan rumah warga," jelasnya.

Muhtadi menambahkan, selain rumah warga yang terendam banjir, komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ma'arif pun terdampak, untungnya tidak masuk kedalam ruangan hanya di depan pekarangan saja.

Semenjak adanya pembangunan pabrik, apabila turun hujan dampaknya rumah warga selalu kebanjiran. Padahal sebelum ada pembangunan, tidak terjadi banjir seperti ini dan warga pun berharap ada tindakan perhatian dari pihak perusahaan.

"Sebelum ada perusahaan tidak terjadi seperti ini, sekarang adanya perusahaan bukan ada manfaat tapi malah bikin sekarat," tambahnya.