-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bhayangkara Festival Mural 2021, DPP LPPI: Bukti Polri Menghormati Kebebasan Berekspresi

By On 11/02/2021 05:02:00 PM

JAKARTA, CULA1.ID – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI) menyatakan dukungan atas terselenggaranya Bhayangkara Festival Mural 2021 Piala Kapolri yang diikuti 803 peserta dari seluruh Indonesia. 

“Kami mengapresiasi terobosan yang diambil oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas terselenggaranya Bhayangkara Festival Mural 2021 melalui Festival Mural ini masyarakat dapat menyimpulkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selama ini tidak anti kritik,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI), Dedi Siregar melalui press releasenya yang diterima media ini, Selasa, 02 November 2021.

Menurut Dedi Siregar, Bhayangkara Festival Mural yang diinisiasi Kapolri ini akan menjadi bukti bahwa Polri sangat terbuka dengan aspirasi masyarakat dan terlihat mengedepankan kebebasan berpendapat.

“Kami menilai selama masa kepemimpinan Jenderal. Listyo Sigit Prabowo sebagai Polri telah menunjukkan contoh yang baik dan beliau sangat menjaga martabat institusi. Menurut kajian kami, Polri Presisi sangat dapat dirasakan masyarakat dengan berbagai kemudahan pelayanan, baik itu pelayanan penegakan hukum dan lainnya,” kata Dedi.

Dedi Siregar menjelaskan, melalui Bhayangkara Mural Festival 2021 yang bertemakan Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi Covid-19 sebagai bentuk keseriusan Kapolri dalam menjaga institusi bahwa Polri sangat menghargai kebebasan berpendapat dan Polri tidak antikritik melainkan menghormati kebebasan berekspresi.

“Kami juga mengapresiasi Kapolri dalam merespons atas kabar-kabar berita mengenai penyimpangan yang dilakukan personel Polisi yang sempat menyedot perhatian publik. Kapolri terbukti terus berupaya berbenah melalui konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan),” pungkas Dedi.

“Atas dasar itulah, maka kami yang tergabung dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI) mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Bhayangkara Festival Mural 2021 Piala Kapolri. Karena ini akan menjadi bukti bagi masyarakat dan sebagai wujud Polri selama ini tidak anti keritik dan sangat mendengarkan keritikan dari masyarakat,” sambung Dedi.

Seperti diketahui, sebanyak 803 peserta mengikuti Bhayangkara Festival Mural 2021 Piala Kapolri. Terdapat 80 peserta terbaik yang terpilih dari tingkat Polda dan Jabodetabek difasilitasi melukis Mural di tingkat Mabes Polri. Selain di tingkat Mabes Polri, ada sekitar 495 peserta Mural yang mengikuti festival di tiap-tiap Polda yang dilaksanakan serentak beberapa waktu lalu.

Polri mencatat, peserta mural terbanyak ada di wilayah Jawa Tengah sebanyak 73 peserta, Maluku 69 perserta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. 

Kegiatan ini dilaksanakan di setiap Polda, termasuk menyediakan ruang dan tempat bagi seniman mural untuk mengekspresikan karyanya di tembok, stadion, tembok rumah sakit Polri, dan kantor lain. (*/red)

Ketua GMKI Imbau Masyarakat Papua Jangan Mudah Terprovokasi

By On 10/30/2021 01:10:00 AM

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Opinus Sogoneap. 

PAPUA, Cula1.ID – Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini. Selain konsern dalam perkuliahan, sosok yang satu ini juga aktif menyikapi isu-isu aktual yang menjadi perhatian publik melalui sharing, diskusi dan webinar daring maupun diskusi terbatas. Ia adalah Opinus Sogoneap. 

Sogoneap, demikian biasa disapa, selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) terpilih masa bhakti 2020-2022 secara konsep kepemimpinan memiliki integritas dan semangat untuk memajukan Kepengurusan GMKI Cabang Jayapura bersama dengan keanggotaan yang cukup besar dibawah kecabangannya dengan jumlah keanggotaan sekitar 117 orang.

Ketua Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Cabang Jayapura melalui press releasenya yang diterima media ini, Jumat, 28 Oktober 2021, menegaskan, dirinya tetap eksis di organisasi kemahasiswaan dan gerakan nasionalis di Papua.

“Tidak ada perubahan nama dari GMKI menjadi GMKP (Gerakan Mahasiswa Kristen Papua). Hal ini menjawab opini perubahan nama,” pungkas Sogoneap.

Terkait penunjukan Plh Sekda sebagai Plh Gubernur Papua melalui Dirjen OTDA, Sogoneap berpendapat bahwa hal itu sebuah kewajaran demi mempertahankan kelancaran eksistensi dinamika birokrasi dalam bernegara melalui legal standing yang transparan dan konstitusional.

“Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi dalam permainan elit politik, lebih baik kembali ke aktivitas rutin sehari-hari,” ujarnya. 

Ia juga mengaku prihati dan meminta pertimbangan khusus kepada pihak berwajib (Penyidik Polda Papua, Pengadilan Negeri Jayapura dan Kejaksaan Tinggi) soal kondisi Viktor Yeimo dengan berobat di rumah. 

“Nantinya setelah proses pengobatan dan dinyatakan sehat, baru yang bersangkutan dapat melanjutkan proses hukum terlepas dari isu Papua Merdeka,” kata Sogoneap.

Ketua GMKI ini juga mengajak kepada anggotanya untuk dapat mensukseskan program pemerintah, dalam hal ini soal pencegahan penularan Covid-19, dan vaksinasi secara massal, menangkal penyebaran berita hoax, ujaran kebencian, serta ikut membantu pemulihan ekonomi secara nasional.

Pada pertengahan Agustus 2021, Sogoneap juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. 

“Sebanyak empat, klaster penyelenggaraan PON yakni Kota Jayapura, Kab. Jayapura, Merauke dan Kab. Mimika. Bentuk dukungan tersebut adalah menjaga dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh tamu dan peserta yang datang ke Papua,” tuturnya.

“Saat itu, kami juga berharap agar panitia penyelenggaraan PON XX Papua bisa menyediakan stand khusus untuk pemuda asal Papua agar nantinya produk-produk lokal asli Papua bisa ditampilkan,” tutupnya. (*/red)

FORMASU Jakarta: Kapolda Sumut Dinilai Berhasil Wujudkan Polri yang Presisi

By On 10/26/2021 07:47:00 PM

JAKARTA, Cula1.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menghentikan penyidikan kasus penganiayaan terhadap Liti Wari Iman Gea pedagang Pasar Gambir, di Kecamatan Percut Seituan, yang ditetapkan tersangka.

Sikap Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, menghentikan perkara pedagang ditetapkan sebagai tersangka itu dipuji oleh Forum Mahasiswa Sumatera Utara (FORMASU) Jakarta.

“Kami mengapresiasi sikap mulia Kapolda Sumut, Bapak Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, memberikan rasa aman masyarakat di wilayah hukumnya,” kata Ketua Umum Forum Mahasiswa Sumatera Utarajakarta (FORMASU Jakarta), Dedi Siregar melalui siaran persnya, Selasa, 26 Oktober 2021.

Menurut Dedi Siregar, sikap humanis yang ditunjukkan oleh Kapolda Sumut saat menyelesaikan persoalan masyarakat itu sudah sesuai dengan program Polri Presisi. seperti Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan yang digaungkan oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sejak dilantik.

“Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak telah berhasil memberikan rasa aman kepada masyarakat Sumatera Utara dengan diselesaikanya secara humanis Ibu-ibu pedagang Liti Wari Gea, pedagang Pasar Gambir yang diduga korban dari preman. Hal tersebut menjadi bukti kehadiran Kapolda Sumut di tengah-tengah masyarakat guna memberikan rasa aman, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat sangat dirasakan oleh masyarakat Sumut,” pungkas Dedi Siregar.

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, dihentikannya perkara Liti Gea karena ditemukannya ada kesalahan prosedur dalam penyidikan hingga penetapan tersangka.

“Oleh sebab itu teman-teman sekalian, penyidik sudah sepakat dan memutuskan bahwa perkara dengan laporan saudara Beni terhadap ibu Gea, maka berdasarkan hasil gelar perkara khusus dihentikan penyidikannya,” pungkasnya. (*/red)

Cegah Ujaran Kebencian dan Provokasi SARA, DPN SPI Aktif Lakukan Literasi Melalui Medsos

By On 10/23/2021 07:19:00 PM

JAKARTA, CULA1.ID – Keberadaan Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia (DPN SPI) merupakan elemen masyarakat berbasis aktivis dari berbagai lapisan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda Indonesia akan kehadiran Polri di tengah masyarakat. 

“Kondisi hubungan antara Polri dan masyarakat di masa kini berjalan cukup baik dan harmonis namun dikarenakan adanya penyebaran hoax, ujaran kebencian dan provokasi akibat bersinggungan berbagai kepentingan, maka kondisi masyarakat menjadi terbelah dan terkotak-kotak,” kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia (DPN SPI), Fonda Tangguh, SE, MH melalui press releasenya yang diterima media ini, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Menurut Fonda, masuknya beberapa elit individu/kelompok sengaja menciptakan suatu kondisi yang tidak kondusif sehingga masyarakat berpandangan skeptis terhadap segala tindakan Polri terutama dalam tugas di lapangan terkait pemeliharaan Kamtibmas dan penegakkan hukum. 

“DPN SPI merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas) beranggotakan warga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap upaya penegakkan hukum dan pemeliharaan Kamtibmas di Indonesia oleh Polri,” pungkasnya. 

“Organisasi kami memiliki struktur kepengurusan berpusat di Jakarta dan memiliki struktur daerah di masing-masing Provinsi,” imbuhnya.

Fonda menjelaskan, aktifitas organisasi DPN SPI fokus menyoroti berbagai kasus-kasus yang menyita perhatian masyarakat saat ini, diantaranya yaitu masifnya penyebaran hoax, ujaran kebencian dan provokasi SARA melalui Medsos, dan penyalahgunaan Narkoba, sehingga berpotensi menyebabkan kecenderungan masyarakat terpecah belah menjelang pelaksanaan Pilpres 2024. 

“Kami juga aktif melakukan literasi dan edukasi kepada netizen dan masyarakat milenial tentang kegiatan positif melalui akun sosial media, khususnya Instagram, dan pentingnya pemahaman akan batasan penggunaan Medsos serta bahaya penggunaan Medsos,” tutupnya. (*/red)

Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Polri Gandeng GRANAT

By On 10/23/2021 06:24:00 PM

JAKARTA, CULA1.ID – Dalam rangka meredam peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba, Polri sebagai salah satu lembaga penegak hukum harus bersinergi dengan berbagai pihak terutama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Polri juga tidak dapat bekerja sendiri dalam pengentasan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di masa pandemi Covid-19.

Dalam aksi pemberantasan narkotika, Pemerintah juga menggandeng berbagai stakeholder khususnya dari elemen masyarakat seperti Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT).

GRANAT dapat dijadikan sebagai kelompok yang bisa mengkampanyekan bahaya narkoba di tengah masyarakat serta kelompok yang dapat dimanfaatkan Polri untuk dijadikan duta agen maupun corong bagi keberhasilan Polri dalam pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

Ketua Umum DPP GRANAT, Henry Yosodiningrat mengatakan, GRANAT adalah organisasi yang bersifat sosial, mandiri dan terbuka tanpa membeda-bedakan asal usul, agama, ras, suku dan golongan. 

“GRANAT didirikan dengan tujuan menyelamatkan bangsa Indonesia, khususnya generasi muda dari ancamanan bahaya akibat peredaran gelap dan penyalahgunaan NARKOBA,” pungkasnya. (*/red)

Para Pekerja Gembira Setelah Menerima Upah yang Tidak Dibayarkan Pemborong Aryadi Dibayar oleh PT Maxon Prime Technology

By On 10/16/2021 12:02:00 AM


SERANG, CULA1.ID – PT Maxon Prime Technology kembali memberikan gaji yang merupakan hak para pekerja yang tidak dibayarkan oleh Ariyadi selaku pemborong pekerjaan pemipaan, Jumat, 15 Oktober 2021.

Basuni, salah seorang karyawan (helper) mengaku senang menerima gaji yang diberikan oleh PT Maxon Prime Technology. Padahal, gaji karyawan tersebut merupakan kewajiban Aryadi selaku pemborong, karena pihak PT Maxon Prime Technology sudah menyelesaikan kewajibannya.

“Iya senang. Akhirnya kita diberikan apa yang menjadi hak kami sebagai pekerja. Terima kasih  PT Maxon Prime Technology,” ucapnya kepada awak media, Jumat, 15 Oktober 2021.

Hal senada dikatakan pekerja lainnya, Sony (Filtter). Ia juga mengaku senang akhirnya menerima gaji yang diberikan oleh PT Maxon Prime Technology.

“Iya seneng banget. Gak nyangka akhirnya kita bisa benafas lega karena apa yang menjadi hak kita sekarang bisa terealiasasi,” ucapnya.

Seperti diketahui, Ariyadi selaku pemborong mengalami wanprestasi dan kesulitan finansial dalam melakukan pembayaran pekerja.

Kronologi Berita Kerja

Pada tanggal 9-6-2021, pihak kedua (pemborong) Aryadi, Amin dan team, datang melakukan pertemuan dengan pihak pertama yaitu Teh Yee Keong dan Joanda Simatupang disalah satu tempat di Kawasan Lippo Karawaci.

Pertemuan tersebut guna membahas rencana kerja (pekerjaan pemipaan) yang akan dilakukan di Mowilex Project – Cikande. Pembahasan tersebut dilakukan dengan sangat terbuka dan dengan keputusan Bersama dilakukan dengan sehat jasmani dan rohani oleh kedua belah pihak.

Terjadi tawar menawar dalam penentuan nilai proyek tersebut sehingga didapatkan di angka Rp. 535.000.000,- dengan jumlah team pekerja yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak sebanyak 20 team.

Dalam pembahasan tersebut gambar kerja belum keluar karena masih dalam proses Engineering dan dikeluarkan secara bertahap saat proses kerja sudah berjalan.

Artinya tidak ada jumlah pasti total sambungan pipa yang akan dikerjakan karena masih dalam proses Engineering. Namun hal tersebut di sanggupi oleh pihak kedua dengan menerima tawaran Kerjasama dalam pekerjaan pemipaan tersebut.

Merunut pada perjanjian yang telah disepakati ditanggal 9-6-2021, pada tanggal 3-7-2021 pihak kedua memberikan kesepakatan jumlah team kerja yang terdiri dari total jumlah 20 team kerja yang masing masing team beranggotakan 3 orang. Jumlah 20 team tersebut dirangkum dalam berita kerja yang dibuat oleh pihak kedua.

Tanggal 21-7-2021, Pihak kedua datang ke kantor di Mowilex – Cikande untuk melakukan penandatangan basah SPK. Sebelum melakukan penandatangan, pihak pertama yang bertugas (Joanda Simatupang – PM Maxon) memberikan kesempatan kepada pihak kedua untuk menelaah lebih teliti isi dan setiap butir kalimat yang tertulis dalam SPK tersebut. Dan pihak pertama saat itu pun memberikan sesi pertanyaan apabila ada yang ingin ditanyakan oleh pihak kedua.

Isi dari SPK tersebut terkait perjanjian kerja pemipaan yang terdiri dari :

Pemborong : Aryadi

Nilai proyek pemborong : Rp. 535.000.000,-

Durasi Kerja  30 Hari Kalender (Terhitung Argon menyala)

Tugas dan lingkup kerja : Pabrikasi, dan pemasangan pipa serta asesoris

Main Production: Tank Farm 

Konsumabel dan alat : Mesin las, gerinda, argon, dan alat keselamatan kerja

Saat itu pihak kedua bertanya nilai Downpayment yang diberikan pihak pertama, sehingga pihak pertama memberikan penjelasan bahwa Downpayment tersebut diberikan 20% dari nilai proyek yang sudah disepakati kedua belah pihak. Downpayment tersebut senilai Rp. 107.000.000,- .

Setelah selesai memberikan penjelasan, pihak pertama dan pihak kedua bersama-sama melakukan penandatanganan basah SPK diatas materai.

Tanggal 27-7-2021, pihak kedua memulai pekerjaan pemipaan di Mowilex – Cikande. Namun saat itu team yang diturunkan hanya 5 team dengan alasan masih dalam proses persiapan kerja seperti menyiapkan meja kerja dan lainnya. 3 hari berjalan pihak kedua masih dalam jumlah team yang sama, sementara dalam perjanjian yang disepakati seharusnya berjalan dengan jumlah 20 team penuh. Karena mengingat durasi kerja yang hanya 30 hari kalender.

Saat itu Joanda Simatupang selaku PM di tempat tersebut menanyakan pada Ariyadi kenapa jumlah team yang diturunkan tidak sesuai dengan perjanjian. Namun Aryadi berkelit dengan banyak alasan sampai pada akhirnya jumlah team yang berjalan sampai minggu kedua tidak lebih dari 10 team.

Progress sangat lambat dan sangat terlihat dari hasil yang terpasang yang sangat sedikit. Mendekati minggu kedua pekerjaan, Ariyadi mengajukan pembayaran progress dengan alasan membayar pekerja dan nilainya sebesar Rp. 70.000.000,- dan pengajuan tersebut tidak sesuai dengan perhitungan progress yang aktual di lapangan dan dari Engineering yang hanya berjalan 10%.

Artinya memasuki di hari ke 13 masa kerja. Namun dengan pertimbangan kemanusiaan pihak pertama memberikan permintaan Ariyadi sebagai pemborong dalam pengajuan progress kerja, meski sangat jauh dari harapan.

Pada tanggal, 19-8-2021 pihak pertama mentransfer uang tersebut ke rekening :

Atas nama : Eha Muslihah

Bank : BNI

Nilai : Rp. 70.000.000,-

Dengan demikian nilai uang yang sudah diterima Aryadi sebagai pemborong selama 13 hari kerja, senilai: Rp.192.000.000,- 

Dengan rincian :

1. DP : Rp. 107.000.000,-

2. Pinjam pada Hendra : Rp. 10.000.000,-

3. Pinjam pada Joanda : Rp. 5.000.000,-

4. Pembayaran by progress : Rp. 70.000.000

Artinya uang yang sudah dibayarkan Pihak Pertama sudah masuk 35,8% selama 13 hari kerja, dan progress yang diberikan oleh Ariyadi tidak lebih dari 15%.

Melihat lambatnya progress kerja, pada tanggal 21-8-2021, Ariyadi sebagai pemborong dipanggil oleh pihak pertama untuk duduk bersama dalam membahas rencana mengejar progress.

Aryadi yang didampingi Amin sebagai partner dalam bagian dari pemborong, mengaku mengalami kesulitan Finansial untuk memenuhi jumlah pekerja yang disepakati dan juga kesulitan dalam melakukan pembayaran berikut serta kebutuhan lainnya. Seperti konsumabel dan juga pembayaran kontrakan pekerja.

Sehingga diputuskan keputusan bersama melalui kesepakatan kedua belah pihak yang terangkum dalam Perjanjian Kerja Pekerjaan Pemipaan yang ditanda tangan basah di atas materai.

Tanggal 25-8-2021 (1 bulan durasi kerja) Ariyadi tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai durasi kesepakatan yang tertuang dalam SPK. Namun pihak pertama memberikan perpanjangan waktu selama 14 hari ke depan.

Pada tanggal 8-9-2021, PT Maxon Prime Technology membayarkan pada Ariyadi sebagai pembayaran progress senilai Rp.122.037.000,- dengan total progress belum mencapai 40% di hari ke 44 kalender.

Dengan rincian :

1. DP : Rp. 107.000.000,-

2. Pinjam pada Hendra : Rp. 10.000.000,-

3. Pinjam pada Joanda : Rp. 5.000.000,-

4. Pembayaran by progress 1: Rp. 70.000.000,-

5. Pembayaran by progress 2: Rp. 122.037.000,-

Artinya uang yang sudah dibayarkan Maxon Prime Technology senilai Rp.314.037.000,- sudah masuk 58,6% selama 44 hari kerja, dan progress yang diberikan oleh Ariyadi tidak lebih dari 40%. Dan pekerjaan sudah mengalami keterlambatan 14 hari.

Dalam pengajuan progress ke 3, Ariyadi mengajukan pembayaran kurang lebih senilai Rp.105.000.000,-. Namun pengajuan tersebut ditangguhkan sementara dengan pertimbangan uang yang sudah masuk ke Ariyadi sudah masuk 58,6% dari nilai yang disepakati.

Artinya apabila PT Maxon Prime Technology membayarkan progress ke 3 ke Ariyadi, uang yang masuk sudah 78,3%

Ariyadi mengalami wanprestasi dan kesulitan Finansial dalam melakukan pembayaran pekerja, terhitung dari 1-15 September 2021 dengan nilai kurang lebih Rp.105.000.000,-.

Mengatasi hal tersebut, tanggal 17-09-2021, PT Maxon Prime Technology melakukan mediasi pada Ariyadi yang didampingi oleh Amin, namun mediasi tersebut diabaikan Ariyadi dan lebih memilih untuk melakukan Cutoff / pemutusan Kerjasama.

Dalam hal tersebut PT Maxon Prime Technology mengalami kerugian besar dalam progress kerja yang seharusnya diselesaikan oleh Ariyadi sebagai pemborong dalam 30 hari kerja justru molor sampai dengan 44 hari kerja dan progress baru mencapai 40% secara keseluruhan.

1. PT Maxon Prime Technology mendapat informasi mengenai kontrakan yang tidak dibayarkan Ariyadi meski uang tersebut sudah diberikan oleh PT Maxon Prime Technology kepada Ariyadi. Pekerja tidak dibayar gaji oleh Ariyadi, oleh itu Maxon menalangi pembayaran kepada pekerja agar menerima gaji akan tetapi ada dipembayaran progress 1 sebagian pekerja tidak menerima gaji yang sesuai hasil kerjaan mereka dari Ariyadi.

2. PT Maxon Prime Technology pernah menyebutkan estimasi jumlah pipa yang akan dikerjaan. Ariyandi dan Amin memberikan penjelasan dalam cara menyelesaikannya dengan nilai proyek yang sudah mereka ajukan.

3. Dalam beberapa kali pertemuan, PT Maxon Prime Technology menegaskan soal kesulitan keuangan Ariyadi. Dan memberikan solusi sebagai niat menyelamatkan Ariyadi dan pekerjaan berjalan dengan sesuai target kerja.

4. PT Maxon Prime Technology memberikan kepada Ariyadi solusi termasuk memberikan insentive ke Ariadi untuk membantu proyek ini saat di Takeover oleh Maxon. Dan, Amin juga digaji bulanan oleh Maxon tetapi ditolak dan diminta oleh Ariyadi, PT Maxon Prime Technology mengambil alih sepenuhnya dari pekerja dan juga kebutuhan konsumabel. Takeover.

5. Setelah diambil alih oleh PT Maxon Prime Technology, Ariadi menahan para pekerja untuk tidak boleh bekerja selama 4 hari lamanya.

6. Setelah diambil alih oleh Maxon, baru lah terungkap consumerable material, gaji pekerja, kontrakan tidak dibayarkan oleh Ariyadi.

7. Sesuai kesepakatan dengan pekerja melalui mediasi, tanggal 16-30/9/2021 sudah dibayarkan oleh Maxon sejak diambil alih. Sebaliknya saat belum diambil alih Maxon terhitung tanggal 1-15 sampai dengan detik ini belum dibayarkan oleh Ariyadi kepada pekerja. Atas dasar kemanusiaan Maxon membantu mereka melakukan penagihan ke Ariyadi.

8. Jumlah uang yang lebih bayar oleh pihak Maxon ke Ariyadi adalah sebesar kurang lebih Rp.160 juta dan sewaktu ditagih oleh pihak Maxon, Aryadi menjelaskan bahwa alat dan aset miliknya akan dijaminkan ke pihak Maxon sehingga masalah selesai.

9. Ariyadi menginfomasikan ke pihak Maxon bahwa dia memberikan jaminan 15 tabung di pihak Samator dengan nilai/tabung 2 juta rupiah. Itu adalah pembohongan saat pihak Maxon mengecek ke Samator dan mengetahui bahwa Ariyadi hanya memberikan jaminan 6 tabung saja.

10. Setelah take over, pekerja info ke pihak Maxon bahwa kontrakan mereka tidak dibayar dari awal sehingga ini harus dibayarkan oleh Maxon. Dimana sebelumnya Ariyadi pernah memintaan uang pinjaman ke Maxon untuk membayar kontrakan pekerja tersebut.

11. Dengan kejamnya, setelah take over ada diantara pekerja didatangin oleh Ariyadi untuk meminta uang kasbon yang diberikan oleh Maxon untuk pekerja sebelum gajian tanggal 30 September 2021 dan kasur di kontrakan pekerja juga diambil oleh Ariyadi sehingga pekerja terpaksa tidur di atas lantai tetapi hal ini dibantu oleh pihak Maxon ke pekerja agar pekerja membeli Kasur yang dibayarkan oleh Maxon.

12. Ariyadi menceritakan dia adalah korban pembohongan. Justru sebaliknya Maxon lah yang ditipu. Mulai dari jumlah pekerja yang tidak sesuai dari awal mulai pekerjaan.

Pada intinya, Maxon memberikan berbagai pilihan Opsi melalui mediasi kepada Aryadi sebagai Pemborong dan Amin sebagai rekan kerjanya. Dan pilihan Take Over adalah permintaan Aryadi. Kami memiliki percakapannya.

Tidak ada penyebutan jumlah joint maupun diameter in dalam SPK, dan angka yang dibayarkan Maxon merupakan angka Fix atau Lumpsum (Borongan).

Jadi semua berita yang disampaikan Aryadi dan Amin dalam berita tersebut adalah Kebohongan Besar alias Hoax.

Untuk itu, PT Maxon Prime Technology akan menggugat Aryadi dan Amin Miliaran Rupiah karena Wanprestasi menyelesaikan proyek. (*/red)

Dukung Otsus Jilid 2 dan Sukseskan PON XX, Tokoh Masyarakat Pegunungan Tengah Papua Ini Kecam KKB

By On 10/11/2021 10:01:00 PM


PAPUA, CULA1.ID – Segenap warga Papua mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di tanah Papua. Kehadiran PON di Tanah Papua, patut diberikan apresiasi karena Pemerintah Pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Papua sebagai tuan rumah. 

Demikian seperti dikatakan Sem Kogoya, salah seorang Tokoh Masyarakat Pegunungan Tengah. 

Ia mengatakan, bahwa pihaknya siap mengawal penyelenggaraan PON dari awal hingga akhir. 

Menurutnya, PON merupakan hajat besar yang menjadi satu prestasi dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada tanah Papua. 

“Kami akan mengawal proses ini. Kami yakin proses ini akan mengangkat prestasi olahraga di tanah Papua, pembangunan di tanah Papua dan juga akan mendorong kebangkitan olahraga dan juga ekonomi Papua,” kata Sem Kagoya kepada wartawan. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mempercayai Provinsi Papua sebagai tuan rumah PON ke XX tahun 2021. 

“Kita berikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan kesempatan dan juga kepada seluruh Gubernur se Indonesia 33 Provinsi kepercayaan kepada masyarakat tanah Papua untuk menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan PON,” ucapnya. 

Ia juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk bergandengan tangan bersatu untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah, PB PON dan juga kepada sub klaster di 4 Kabupaten/Kota dalam mensukseskan penyelenggaraan PON XX. 

“Kami juga memohon dukungan doa dari seluruh umat lintas agama agar pelaksanan PON XX di tanah Papua bisa berjalan lancar atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa,” harapnya. 

Sem Kagoya juga mengatakan, segenap warga Papua mendukung Otonomi Khusus (Otusus) Jilid 2 yang diperpanjang tahun 2021 ini. Mereka mendukung keberlanjutan program tersebut karena sudah merasakan manfaatnya. 

Salah satu hal yang mendorong kemajuan Papua adalah otonomi khusus. Program Otsus jilid II yang dimulai sejak tahun 2001 ini ditujukan khusus untuk masyarakat di Bumi Cendrawasih, dan Pemda Papua mendapatkan kucuran dana untuk membangun wilayahnya. Masyarakat mendukung Otsus karena memang bermanfaat bagi mereka. 

Ia mendukung perpanjangan Otsus karena masyarakat Papua sangat membutuhkan dana, baik untuk men-spuport bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sektor masyarakat. 

“Masyarakat mendukung Otsus Jilid II karena penyalurannya tak hanya untuk bidang pendidikan, tetapi juga kesehatan. Dengan dana Otsus maka bisa dibangun Puskesmas dan RS yang peralatannya mencukupi, sehingga masyarakat tak perlu jauh-jauh pergi ke Jayapura atau Merauke saat akan berobat. Anggaran Otsus juga bisa digunakan untuk pemberantasan penyakit malaria dan TBC yang menjadi endemi di Papua,” ujarnya. 

Ia menegaskan, jika Otsus Jilid 2 didukung oleh masyarakat maka akan lancar saat pembangunan infrastrukturnya maupun pembuatan fasilitas umumnya. 

“Otsus Jilid II di Papua adalah program yang sangat baik untuk modernitas di Bumi Cendrawasih. Sehingga masyarakatnya makin maju, sehat, dan cerdas. Karena dana Otsus tidak hanya dibuat untuk pembangunan jalan dan infrastruktur lain, tetapi juga untuk bidang kesehatan dan edukasi,” pungkasnya. 

Sem Kogoya juga mengatakan, isu Papua Merdeka hanya dijadikan proyek untuk menarik perhatian. 

Ia berharap jangan sampai ada isu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan Kriminal Kelompok Papua (KKP) selama PON XX. 

Menurut Sem Kogoya, tindakan-tindakan kontra pemerintahan yang dilakukan oleh KKB sangat merugikan masyarakat Papua secara luas. 

“Tindakan-tindakan kontra pemerintah tersebut pada akhirnya akan merugikan masyarakat Papua secara luas. Jikalau dinilai ada kekurangan atas sikap negara kepada masyarakat Papua, maka sampaikanlah dengan cara-cara yang baik,” pungkasnya. (*/red)

Dies Natalies Asrama Jayawijaya Jengki Papua ke-IV, Ketua Asrama: Jaga Kekompakan untuk Membangun Papua dan Sukseskan PON XX

By On 10/03/2021 10:43:00 PM

JAKARTA, CULA.ID – Aksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua belakangan ini kerap terjadi. Seperti terbaru pembakaran fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, menewaskan tenaga kesehatan dan membuat luka sejumlah lainnya. Begitu juga dengan aparat Kepolisian dan TNI yang menjadi korban.

Kejadian tersebut tidak menyurutkan semangat dan kekompakan mahasiswa Papua Jayawijaya yang tinggal di Asrama Jl Jengki Cawang Jaktim di Kota Studi. Dalam kesempatan Hari Ulang Tahun (HUT) Asrama Jengki yang ke-4, Pemuda dan Mahasiswa yang berasal dari Papua dan Papua Barat merayakan hari jadi Asrama Jayawijaya dengan menjaga kekompakan dan ibadah bersama pada Jumat, 01 Oktober 2021.

Perayaan HUT Asrama Jengki dijadikan kesempatan untuk berdoa bersama agar pelaksanaan PON XX di Papua berjalan dengan aman.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Asrama Jengki Jaya Wijaya, Yekson Daby. Menurut Yekson yang sering disapa Econ, HUT Asrama Jengki Jayawijaya dijadikan momen untuk menjaga kekompakan antar mashasiswa yang sedang melaksanakan studi di Jakarta dan juga sebagai kegiatan ibadah, berdoa untuk kelancaran PON XX di Papua.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kekompakan keluarga mahasiswa Papua, karena seluruh mahasiswa yang melaksanakan studi di beberapa daerah atau kota mengemban tugas untuk dapat membangun Papua di masa depan,” kata Yeksin, di Jakarta, Jumat, 01 Oktober 2021.

Apalagi kini Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX. Yekson mengatakan siap untuk membantu agar penyelenggaraan ini berjalan lancar.

“Di sela-sela perayaan, kami berdoa semoga penyelenggaraan PON XX di Papua dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman. Kami siap mengawal kelancaran pelaksanaan PON ini,” tutupnya. (*/red)

Pemuda Papua dan Papua Barat Kecam KKB, Siap Kawal PON ke-XX

By On 10/03/2021 10:03:00 PM

JAKARTA, CULA1.ID – Aksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua belakangan ini kerap terjadi. Seperti terbaru pembakaran fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, menewaskan tenaga kesehatan di sana dan membuat luka sejumlah lainnya. Begitu juga dengan aparat Kepolisian dan TNI yang menjadi korban.

Menanggapi persoalan tersebut, puluhan pemuda dan mahasiswa Papua dan Papua Barat yang mewakili organisasi kedaerahan di Jakarta, sepakat berhimpun bersama dalam wadah Konferensi Mahasiswa Papua (KMP).

KMP ini menjadi tempat komunikasi lintas organisasi kedaerahan Papua dan Papua Barat, yang telah mengadakan dialog terbuka terkait polemik yang tengah terjadi di Papua itu.

KMP ini lahir dari keresahan bersama akan kondisi Papua dan Papua Barat yang beberapa hari terakhir sempat memanas. Serta merupakan sebuah sikap bersama bahwa pemuda dan mahasiswa Papua dan Papua Barat sebagai agent of control, akan tetap mengedepankan nilai-nilai intelektualitas dalam penyampaian kritik yang membangun.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator KMP Moeytuer Boymasa. Menurut Moeytuer, tindakan-tindakan kontra pemerintahan yang dilakukan oleh KKB sangat merugikan masyarakat Papua secara luas.

“Kami khawatir, tindakan-tindakan kontra pemerintah tersebut berlangsung terus menerus yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat Papua secara luas. Jikalau dinilai ada kekurangan atas sikap negara kepada masyarakat Papua, maka sampaikanlah dengan cara-cara yang baik dan kami siap menjadi pendamping kiranya memang dibutuhkan,” kata Moeytuer, di Jakarta, Minggu, 03 Oktober 2021.

Apalagi kini Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX. Moeytuer menyatakan siap untuk membantu agar penyelenggaraan ini berjalan lancar.

“Semoga penyelenggaraan PON XX di Papua dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman. Kami siap mengawal kelancaran pelaksanaan PON ini,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw dalam paparanya pada dialog terbuka yang digelar KMP tersebut menyebutkan, negara tetap berkomitmen membangun Papua demi mewujudkan pemerataan pembangunan. PON ke-XX di Papua adalah salah satu bukti yang nyata dalam pemerataan pembangunan di seluruh Tanah Air.

“Negara berkomitmen mewujudkan pemerataan pembangunan, PON XX adalah sebuah wujud dan menjadi pintu gerbang perubahan. Mari bersama sukseskan PON XX, siapapun yang mengganggu akan kami tindak tegas, tidak ada tempat bagi gerakan-gerakan terorisme,” sebutnya tegas.

“Karena itu, seluruh pemuda Papua dan Papua Barat mengajak seluruh masyarakat yang ada di Papua dan Papua Barat untuk tidak merasa dianaktirikan oleh pemerintah saat ini. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan PON ke-XX sehingga dapat berjalan dengan aman,” tutupnya. (*/red)

Sosialisasikan Program Vaksinasi Nasional, PP-Hamas Bersama Polda Banten Gelar Baksos

By On 9/29/2021 03:34:00 PM

SERANG, CULA1.ID – Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (PP-Hamas) bersama Tim Polda Banten melaksanakan kegatan Bakti Sosial (Baksos) di Yayasan Karya Asih, Kampung Padasuka, Desa Tamiang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Banten, Rabu, 29 September 2021.

Kegiatan Baksos berupa paket sembako tersebut mengusung tema "Memperkuat Himpunan Mahasiswa Serang dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Program Vaksinasi untuk Melawan Covid-19".

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (PP-Hamas), Gustian Irwansyah mengatakan, kegiatan Baksos ini sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya vaksin di masa pandemi, serta membatu pemerintah untuk mensukseskan program percepatan Vaksinasi.

“Hari ini kami ingin bersentuhan langsung dengan masyarakat, dengan mengadakan kegiatan Baksos sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Alhamdulilah hari ini kita bisa melaksanakan baksos yang sasaran utamanya kaum dhuafa dan anak yatim,” ujar Gustian.

Gustian juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Banten yang telah mensuport kegiatan tersebut.

“Saya mewakili PP-Hamas mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Banten yang telah mensuport kegiatan ini. Semoga yang kami lakukan hari ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memang sangat membutuhkan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karya Asih, Iman Sutanto S.Pdi mengucapkan terima kasih kepada Polda Banten dan PP-Hamas atas kegiatan Baksos di Yayasan Karya Asih serta sosialisasi Vaksin yang disampaikan oleh Kasubdit 5 Polda Banten.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Banten yang telah memberikan bantuan melalui PP-Hamas, terlebih bantuan yang diberikan memang sangat dibutuhkan di tengah ekonomi yang memang sedang sulit.

“Di tengah masa sulit seperti ini, kami sangat berterima kasih kepada PP-Hamas, juga Bapak Kapolda Banten yang telah memberikan bantuan kepada kami. Walaupun kami belum pernah bertemu secara langsung dengan Bapak Kapolda Banten, namun beliau sangat perhatian kepada kami. Saya berdoa agar Bapak Kapolda Banten selalu diberikan kesehatan dan keberkahan, agar selalu bisa terus memberikan perhatian kepada masyarakat,” tutupnya. (*/red)