Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dispora Banten Gelar Pelatihan Tenaga Kerja Keolahragaan

By On 10/22/2019 05:58:00 PM


SERANG, CULA1.ID - Dalam rangka meningkatkan prestasi Olahraga Banten berbasis Sport Science, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembinaan dan Pelatihan Olahraga (UPTD PPO) mengadakan kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Keolahragaan, di Hotel D’griya, Kota Serang, Banten, belum lama ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Banten, H. Deden Apriyandi mengatakan, bahwa kegiatan tes atlet PPLP tersebut sudah dilaksanakan dua bulan yang lalu dengan gaya menggunakan metode score.

Selain itu, lanjutnya, dianalisa hasilnya kemudian akan di ekspose terutama para pelatih yang ada di PPLP agar nanti bisa mengetahui treatment yang harus diberikan kepada para atlet sesuai dengan hasil tes tersebut.

"Tes yang ada di kita ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Untuk tes pengukurannya memang sering dilakukan dimanapun. Akan tetapi sampai dengan tindak lanjut rekomendasi pelatihan ke rekomendasi nanti untuk biomekanika dan lain sebagainya. Sulit dihasilkan dalam waktu yang singkat. Ilmu pengetahuan penting dalam segala bidang terutama di bidang olahraga. Provinsi Banten saat ini mulai meningkatkan prestasi olahraga dengan menggunakan metode keilmuan atau ilmu pengetahuan ataupun bahasa Perancis. Maka dari itu, ke depan kita akan lebih baik walaupun tidak serta merta, ada beberapa proses yang harus dilalui karena memang dari sisi sarana dan prasarana," ujarnya.

"Provinsi Banten baru memulai kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depan bisa jadi energi baru untuk kita semua. Saat ini sudah berjalan dan dianggarkan dengan mengonsentrasikan
dalam menerapkan program ini. Oleh karena itu, kita berdiskusi dengan pihak pelatih, dan pihak PPLP bahwa hasil Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah dengan hasil kejuaraannya akan kita tes langsung dengan metode sport, sehingga kita dapat mengetahui treatment yang harus diberikan kepada atlet-atlet menjelang POMNAS dan POPNAS. Dengan adanya program ini ke depanya tidak ada lagi POPNAS maupun POMNAS yang sudah mengikuti POPDA. Kita treatment selama 1 tahun sehingga bisa mengikuti Pekan Olahraga di tingkat Nasional," ungkapnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar mengatakan,  dengan pendekatan yang berbasis keilmuan olahraga ke depan harus meningkatkan prestasinya dengan pendekatan yang berbasis keilmuan
olahraga dalam bentuk kelompok yang tidak saja berprestasi tapi juga berotot.

"Maka warga Banten akan sehat, dengan sehat berarti biaya berobat murah dan biaya untuk membangun kesehatan juga bisa lebih tinggi dengan basis olahraga yang diterapkan secara Sport Science itu. Diharapkan olahraga ini menjadi sebuah industri-industri olahraga, berefek kepada penanggulangan pengangguran, dan mengurangi kemiskinan," ungkapnya. (neng)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »