Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Gantangan Burung Ambon Dirusak Orang Tak Dikenal, Kerugian Mencapai Rp 14 Juta

By On 10/23/2019 07:44:00 PM


SERANG, CULA1.ID - Gantangan Burung Oriq Jaya milik Nanang Hanani yang berada di tanah kosong, Lapang Eks Langgeng Sahabat, Kampung Parigi Ambon, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, 19 Oktober 2019, dirusak oleh orang tak dikenal.

Pemilik Gantangan Buyung Oriq Jaya, Nanang Hanani mengatakan, bahwa dirinya membuat Gantangan Burung di Ambon Parigi itu sudah sejak lama.

"Gantangan burung itu dibuat sejak sekitar 5 tahunan. Biasanya aman-aman saja. Kami tidak pernah ada masalah, bik dengan kepemudaan, tokoh masyarakat, maupun dengan siapa saja. Ini saya rasa sabotase semenjak banyak Gantangan Burung mulai merambah. Dahulu memang wilayah Cikande dan sekitarnya hanya punya saya, sekarang sudah banyak, ada di Jempling, Teritih, Pamarayan, Telaga Bestari dan lain lainnya," ujarnya. 

"Gantangan Burung saya, perlombaannya setiap hari Sabtu saja, dan ramai terus, dari mana-mana pada datang. Tapi semenjak Gantangan Burung saya diacak-acak orang tak dikenal, sudah tidak ada lagi Gantangan Burung Oriq. Kalau dihitung, kerugian saya mencapai Rp 14 jutaan. Tenda saja harus banyak yang dilas, kursi-kursi besi hilang semua, tenda panitia dirobohkan semuanya. Saya mohon kepada pihak Kepolisian agar segera menangkap pelakunya, dan meminta maaf kepada saya," ucapnya.


Sementara itu, Santi yang biasa berjualan makanan kecil di tempat Gantangan Burung Ambon mengatakan, bahwa setiap hari Sabtu, Gantangan Burung Ambon dilaksanakan perlombaan pebagus-bagus burung, ada Muray, dan lain lain

"Itu datang dari mana saja, ada yang pakai mobil, pakai motor, ramai sekali di sini. Lumayan saya jualan di Gantangan ini. Biasanya paling sedikit 500 ribu sampai 700 ribu, tapi sejak Sabtu kemarin diacak-acak sama orang, saya tidak jualan lagi. Saya berharap Gantangan Burung milik Pak Nanang dihidupkan kembali, agar saya dan teman-teman yang biasa jualan di sini, bisa berjualan lagi dan dapat untung," harapnya. (Dimas Agung/Ahmad Zakar)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »