Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hebat..! Wilayah PT. Sae Dong Indonesia Steril dari Pelaku Rentenir

By On 10/11/2019 01:24:00 AM


SERANG, Cula1.Id - Di Indonesia bisnis rentenir akhir-akhir ini ramai lagi dibicarakan dan sangat berkembang. Bisnis ini merupakan bisnis yang paling menguntungkan di Indoesia karena bagi mereka yang menjalankan bisnis ini, akan langsung mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Rentenir adalah orang yang mencari nafkah atau mempunyai bisnis dengan meminjamkan dan membungakan uangnya dimana persentase yang dibebankan kepada nasabahnya lebih besar dari bunga kredit pada umumnya. 

Meminjam melalui rentenir menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan pinjaman uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. 

Proses administrasi yang singkat dan tak berbelit dianggap menjadi sisi positif meskipun sebagai konsekuensinya bunga yang dibayar terbilang besar.

Rentenir merupakan sebuah usaha peminjaman yang tidak memiliki lisensi dan mereka beroperasi di luar hukum tanpa ijin OJK. 

Dampak dari memiliki pinjaman dari rentenir, yakni seseorang akan mengalami masa-masa buruk dalam hidupnya. 

Gairah hidup pun sudah tidak terlihat dari seseorang yang terjerat rentenir. Bagi seorang pekerja atau karyawan pun akan mengalami penurunan kualitas dan kuantitas dalam bekerjanya. Karena uang gajinya tinggal sedikit, sudah diambil oleh rentenir.

Sehingga menjadi pemikiran yang serius bagi para pimpinan perusahaan dalam menyikapi kasus rentenir, salah satunya di PT. Sae Dong Indonesia yang beralamat di Kawasan Industri Modern, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten.

Pihak managemen PT. Sae Dong Indonesia pun mengeluarkan kebijakan terkait aktivitas rentenir. 

Kebijakan tertuang dalam aturan dan larangan dalam bentuk himbauan yang tidak boleh dilakukan oleh pimpinan dan karyawan di perusahaan tersebut.

"Di point ke 5, himbauan tersebut tertulis, 'Tidak boleh berjualan produk apapun, pinjaman kredit uang atau bisnis apapun di perusahaan'. Jika ada yang melanggar maka akan diberikan sangsi tegas. Himbauan tersebut sebenarnya hanya ingin menyelamatkan para karyawan agar terhindar dari jeratan para rentenir dan membuat efek jera kepada karyawan kami yang menjadi pelaku atau rentenirnya. Alhamdulillah sekarang di wilayah perusahaan PT. Sae Dong Indonesia steril dari rentenir. Alhamdulillah juga sedikit demi sedikit karyawan lebih semangat dan ceria dalam bekerja, karena gajinya utuh," ujar Deni Supriatna selakuHhumas PT. Sae Dong Indonesia.

Sementara itu, salah seorang pengamat Buruh di Serang Timur, Haerudin mengatakan, bahwa pihaknya turut prihatin dengan maraknya praktik rentenir dan korban rentenir. 

"Saya perhatikan, kemunduran kualitas dan kuantitas karyawan tampak akibar terjerat rentenir. Pelakunya (rentenir-red) karyawan yang juga bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan tidak tanggung-tanggung mematok bunga pinjamannya sebesar 20% sampai 30% dengan jaminan ijazah dan kartu ATM. Mirisnya lagi ketika gajian, si peminjam uang hanya diberikan sisa gajinya oleh rentenir tersebut. Begitu terus-menerus sehingga kebutuhan sebulan tidak tercukupi yang dampaknya malas dalam bekerja, sering melamun, sehingga kerap terjadi kecelakaan kerja," ujar pria yang juga seorang aktivis LSM Pusaka itu. 

"Saya sangat mengapresiasi atas kebijakan yang diambil oleh PT. Sae Dong Indonesia yang melarang praktik rentenir. Saya berharap, perusahaan lainnya juga menerapkan kabijakan seperti itu," pungkasnya. (Dimas Agung)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »