Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pihak Pelaksana Proyek TPT di Kp Pabuaran Jayanti Diduga Curi Kubikasi

By On 10/13/2019 06:34:00 PM


TANGERANG, CULA1.ID - Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Pabuaran RT 21 RW 03 dikeluhkan oleh warga sekitar. Pasalnya, pekerjaan proyek pembangunan TPT diduga sengaja dengan mensiasati volume pada badan TPT atau sengaja mencuri kubikasi material batu belah, pasir dan semen.

Menurut salah satu warga Kampung Pabuaran RT 21 RW 03, Bahar mengatakan, bahwa disinyalir ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak pelaksana pembangunan TPT tersebut. 

"Pihak pemborong sepertinya sengaja membangun fisik TPT ini menggunakan sistem R. Karena membangunnya pada lantai dasar tidak memakai adukan hanya batu yang ditumpuk-tumpuk saja dan untuk bawahnya paling hanya 5 cm sampai 10 cm. Sedangkan ke atasnya 30 cm. Jadi kalau sudah jadi terlihat kalau hasil dari  pekerjaan tersebut 30 cm. Biasanya kalau TPT untuk dasar 40 cm atas 30 cm, tapi untuk pekerjaan di Kampung Pabuaran ini lantainya atau dasarnya 5 cm sampai 10 cm naik atasnya 30 cm, jelas badan tengah TPT yang dicuri, sama saja mencuri kubikasi," jelasnya.

"Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar mengawasi dan mengontrol dengan benar, dan pasang papan informasi agar masyarakat di sini tau berapa anggarannya dan perusahaan apa yang mengerjakannya. kalah fisiknya seperti ini dugaan saya, kontraktor selaku mitra dari Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah berkolaborasi bekerjasama untuk mengeruk keuntungan dari pembangunan TPT di Kampung kami ini. Saya mohon kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang agar memberikan shock terapy kepada kontraktor yang diduga sudah memanfaatkan pembangunan di wilayah kami, dan saya yakin bangunan ini tidak akan kuat dan tahan lama. Bagaimana pun juga, pembangunan TPT ini dibangun dari pajak rakyat yang dikumpulkan," ucapnya.


Pantauan awak media di lokasi pembangunan TPT Kampung Pabuaran RT 021 RW 03 terlihat pemasangan batu belah disiasati oleh para tukang untuk mengurangi volume material yang dipakai di badan TPT, pada lantai dasar tidak memakai adukan, langsung batu belah ditumpuk-tumpuk lalu diberi adukan, namun kasat mata teelihat pekerjaan TPT seharusnya lantai dasar lebih besar lebarnya dengan lantai untuk bagian atas, kalau fisik TPT ini terbalik, yang kami lihat untuk atas 30 cm. Sedangkan untuk bagian dasar paling 10 cm.

"Bagaimana mau kuat bangunan TPT di Kampung Pabuaran RT 021 RW 03 ini," ujar Tokoh Masyarakat Kampung Pabuaran, Junaedi.

"Kalau ada pembangunan di wilayah kita, patutnya kita ikut mengawasi dan mengontrol pekerjaannya agar pembangunan tesebut di kuat dan lama dirasakan oleh masyarakat. Saya yakin pemerintah juga akan senang jika ada masyarakat yang ikut andil ikut mengawasi pembangunan di wilayahnya. Tegur pekerjanya itu salah, dan jangan memperjuangkan untuk pribadi atau golongan, perjuangkan dengan ikhlas," pungkasnya. 

"Kami mohon kepada pemerintah yang sudah membuat program dan membayar untuk pembangunan di sini kepada mitra kerja. Coba dilihat lagi hasil pembangunannya. Jika pembangunannya tidak sesuai, kami mohon jangan langsung dibayarkan begitu saja, yang rugi pemerintah juga dan rakyat karena tidak bermanfaat dengan baik," ungkapnya. (Dimas Agung)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »