Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Proyek TPT Rehabilitasi Jalan Pontang - Kronjo - Mauk Diduga "Jadi Ladang Korupsi"

By On 10/16/2019 05:19:00 PM


SERANG, CULA1.ID - Tembok Penahan Tanah (TPT) proyek pekerjaan rehabilitasi Pontang - Kronjo - Mauk yang sedang dikerjakan PT. Rizky Cipta Guna Perkasa, diduga galiannya tidak sesuai.

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan, Selasa siang, 15 Oktober 2019, tidak adanya galian pondasi yang tertanam. Pondasi hanya menempel pada tanah dan pemasangan batu tidak semuanya menggunakan adukan.

Kepala Petukang yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, bahwa lebar pondasi bawah mencapai 0.75 meter, lebar pondasi atas 0.40 meter dan tinggi 2.20 meter.

"Untuk kombinasi adukan menggunakan 10 ember pasir dan 1 sak semen. Silahkan tanyakan saja sama P Mardi, beliau mau ke lokasi hari ini," ujarnya kepada awak media di lokasi pemasangan TPT, Selasa, 15 Oktober 2019.

Masih kata kepala petukang, pihaknya mengharapkan kepada P Mardi agar menyiapkan alat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk dirinya beserta pekerja yang lain.

"Kendala selain debu, kami juga tidak diberikan alat K3 seperti sepatu boot dan topi pelindung," tambahnya.

Sementara itu, pelaksana proyek TPT, Mardi, ketika dikonfirmasi via telpon selluler, yang bersangkutan tidak merespon.

Pihak Konsultan PT. Parindo Raya Engineering ketika dikonfirmasi via WhatsApp juga tidak merespon.


Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Pusat Analisis Transparasi Anggaran (Patra), Erwin Patra memohon kepada Dinas terkait untuk melakukan monitoring terhadap pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh PT. Rizky Cipta Guna Perkasa.

"Seharusnya untuk pemasangan TPT itu menggunakan galian pondasi dan tidak menempel pada tanah. Karena fungsinya TPTkan untuk menahan tekanan dan beban dari kendaraan," jelasnya.

Selain itu, hasil dari pantauan, agregat badan jalan diduga tidak sesuai, dikarenakan existing tanah masih terlihat dengan jelas.

"Jadi wajar apabila di lokasi rehabilitasi Pontang - Kronjo - Mauk kondisi jalannya berdebu. Karena untuk agregatnya saja diduga tidak sesuai, yang seharusnya menggunakan agregat kelas B," tambahnya.

Untuk diketahui, proyek pekerjaan rehabilitasi Pontang - Kronjo - Mauk dengan nomor kontrak 600/143/SPK/PJWU-PKM/BBM/DPUPR/VIII/2019 dengan anggaran mencapai Rp 12.961.367.000 yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2019 yang sedang dikerjakan PT. Rizky Cipta Guna Perkasa dan Konsultan PT. Parindo Raya Engineering, diduga dalam pelaksanaannya tidak sesuai. (Dimas Agung/Muji/Tim)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »