Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kegiatan Pemasangan Fiber Optik Telkom oleh PT. Golek Raijo Diduga 'Asal Kelar'

By On 11/05/2019 03:54:00 PM


SERANG, CULA1.ID - Dengan dalih mengejar target aktivasi dan kepuasan pelanggannya, kegiatan pemasangan kabel fiber optik PT. Telkom Indonesia,tbk di sepanjang jalur Serang - Cikande diduga asal-asalan.

Pasalnya, kegiatan yang dikerjakan oleh PT. Golek Raijo selaku mitra BUMN terkemuka di Indonesia itu terlihat kejar tayang dan tanpa mengindahkan aturan serta acuan ketentuan dalam standar pengerjaannya.

Terbukti, galian utilitas tersebut kedalaman terlihat hanya sebatas satu jengkal tangan kurang lebih sekitar 20 cm - 30 cm. Ditambah lagi terlihat jelas para pekerja dengan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri seperti Helm, Sepatu, Rompi, sebagai salah satu standar keselamatan kerja.

Ditanya soal acuan standar serta surat perintah pengerjaan, Rinjani dan Hikmat selaku Tim Pengawas Lapangan (Waspang) PT. Golek Raijo mengaku jika dirinya hanya menjalankan perintah atasannya karena mengingat sempitnya waktu pengerjaan untuk mengejar target aktifasi pelanggan, Senin siang, 04 November 2019.

"Mau bagaimana lagi, kita mah hanya mengerjakan, urusan jika nanti ternyata bermasalah secara otomatis pihak PT. Golek Raijo juga yang bakal tanggung jawab ini kok, kita mah hanya kerja," tutur Hikmat.

Selain disinyalir tak mengindahkankan ketentuan kerja, pekerjaan yang semestinya diawasi oleh pekerja atau pengawas dari pihak PT. Telkom pun rupanya saat itu tak terlihat. Sehingga membuat awak media terus melanjutkan konfirmasi lebih lanjut.


Ditemui di selang waktu berbeda, Bimo yang mengaku sebagai atasan dan penanggungjawab kegiatan di lokasi diakuinya bahwa spek kedalaman galian tersebut memang tidak sesuai, namun diakuinya telah melalui kesepakatan bersama antara PT. Golek Raijo dan PT. Telkom setempat, Selasa dini hari, 05 November 2019.

"Di jalur ini kami akui hanya menggali sekitar satu hingga tiga jengkalan tangan karena tanahnya sangat keras dan sudah mengandung batu coral, tapi yang di jalan masuk ke dalam sekitar pemukiman warga tetap kami gali sedalam 120 cm kok," ucapnya.

Lanjut Bimo sambil dirinya berharap agar kegiatan dan tanggung jawabnya segera terselesaikan serta menjelaskan bahwa soal jika adanya material yang tak terpasang merupakan upaya efisiensi waktu pengerjaan.

"Soal batu coral dan pasir urug yang tak terpasang sebagai spek dimaksud, kami akui pekerjaan ini tak sesuai acuan, namun soal pembayaran progress saya yakin kedua belah pihak sepakat tak akan ada claim pembayaran," lanjutnya.

Dirinya pun beserta tim pelaksana menyadari jika masih banyak adanya kekurangan, namun berharap agar pelaksanaannya dapat segera terselesaikan dan rampung. 

"Barusan saya telpon Pak Agus Saputra selaku Pengawas Lapangan dari pihak Telkom untuk datang dan menjelaskan sebagai bentuk komunikasi serta koordinasi dengan teman-teman media disini, tapi sayangnya Pak Agus Saputra sudah berada di rumah, dan menyampaikan kepada saya jika teman-teman wartawan ingin menulis dan memberitakan maka dipersilahkan," tutupnya. (adh)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »