Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Material Bekas Bongkaran SDN Cikande 1 Jayanti Raib Entah Kemana

By On 11/02/2019 07:02:00 PM


TANGERANG, CULA1.ID - Terkait Proyek Kegiatan Tambah Ruang  Kelas Dua Lantai (Suntik) SDN Cikande 1, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, disinyalir sarat dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Program pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Cipta Karya Kabupaten Tangerang tersebut dengan sumber dana APBD 2019 dengan biaya Rp 859.793.000, dikerjakan oleh CV Barokah selama 110 hari kalender.

Proyek tersebut diduga telah menyalahi ketentuan seperti tidak adanya papan proyek karena kegiatan tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari pajak masyarakat.

"Memang saya sengaja tidak memasang papan proyek. Ada di rumah saya. Memang kenapa," ujar HR alias OP saat dikonfirmasi awak media, Senin malam, 01 November 2019.

Untuk diketahui, tidak adanya papan nama disinyalir ada unsur kesengajaan dari pihak kontraktor. Karena sangsi yang diberikan terhadap kontraktor sangat ringan, hanya didenda di bawah Rp 1 juta Rupiah. Sehingga tidak bisa membuat efek jera kepada para pelaku usaha atau kontraktor nakal yang mengabaikan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Undang-Undang.

Diketahui, bahwa proyek yang dikerjakan oleh kontraktor berinisial H. Bustomi dengan jumlah pekerja 12 orang yang dibayarkan dihitung harian dimulai tanggal 19 Oktober 2019 tersebut terlihat para pekerjanya tidak ada yang mengunakan peralatan keselamatan (Sefty).

"Pekerjaan sudah mencapai 80 %. Sebentar lagi rampung pak," ujar Juen, salah seorang pekerja.

Di sisi lain, Komite Sekolah yang bernama Sarman alias Bewok yang tempat tinggalnya persis di bawah bangunan sekolah saat ditemui awak media mengatakan, bahwa barang bekas bongkaran sekolah seperti genteng, kusen tidak tau diangkut kemana. 

"Entah sudah diangkut ke mana barang bekas bongkaran sekolah seperti genteng, kusen dan lainnya. Bahkan paralon air rumah saya pecah tidak perduli saya yang memperbaikinya sendiri," ujarnya.


Ketua DPD Provinsi Banten Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) INDONESIA Arohman Ali angkat bicara. Menurutnya, sekecil apapun nilai anggaran yang diselewengkan atau terjadi penyimpangan maka itu dapat dikatagorikan Korupsi.

"Mana mungkin proyek sebesar itu tidak memiliki keuntungan? Karena Kontraktor adalah bukan pekerja sosial," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala SDN Cikande 1, Ulfiah mengatakan, terkait pertanyaan nilai pagu anggaran untuk rehab dan tambah ruang kelas baru dirinya tidak mengetahui terkait persoalan tersebut.

Saat awak media mempertanyakan ke mana barang-barang bekas bongkaran sekolah seperti genteng, kusen, dan lainnya dirinya pun tidak tau. 

"Silahkan tanya pemborongnya saja pak. Saya tidak tahu, yang saya tahu kegiatan ini selesai, saya tinggal terima kunci. Saya hanya membantu pengawasannya saja," ucapnya.

Sementara, pihak kontraktor, Haji Bustomi mengatakan, bahwa pemenang tender proyek tersebut bukan CV Barokah.

"Pemenang tender bukan CV Barokah, pemenang tender adalah Alamsyah, Ketua Umum LSM GERAM. Jadi hanya pakai bendera saya saja," ujarnya. 

"Saya pusing dan emosi ketika mendengar kegiatan proyek itu pak, karena sudah diluar spek atau RAB. Jadi kita mengikuti kemauan Kepala Sekolah yang beginilah yang begitulah. Diprediksi proyek ini merugi. Kalau masalah jual beli proyek itu sudah lumrah pak," ungkapnya. (Andrey Amin)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »