Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Polisi Gerebek Gudang Perakitan Handphone Rekondisi di Tangerang

By On 11/18/2019 12:31:00 AM


TANGERANG, CULA1.ID - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang menggerebek gudang perakitan handphone rekondisi di sebuah Ruko Boulevard Blok E, Desa Ciakar, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir melalui Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi membenarkan bahwa pihaknya berhasil mengungkap kasus tindak pidana rekondisi Samrtphone Ilegal di sebuah Ruko Boulevard Blok E, Desa Ciakar, Kabupaten Tangerang, Banten.

"Ini sebuah keberhasilan dari teman-teman Satreskrim Polresta Tangerang dalam mengungkap kasus rekondisi Smartphone Ilegal. Berkat informasi dari masyarakat, kita berhasil mengungkap kasus tindak pidana ini," terang Kapolresta. 

Kapolresta juga menjelaskan, para tersangka membeli telepon genggam jenis iPhone berbagai tipe rusak dari Singapura tanpa dilengkapi izin impor. 

Telepon genggam rusak itu, kata Kapolresta, kemudian direkondisi dengan mengganti komponen dengan suku cadang bukan original iPhone.

"Komponen bukan original itu diantaranya earphone, charger, LCD, dan komponen kamera," kata Kapolresta saat konferensi pers di lokasi penggrebekan, Minggu, 17 November 2019.

Kapolresta mengatakan, telepon genggam rekondisi itu kemudian dijual di berbagai Toko Online dengan nama Toko Panda House dan Lin Store. 

Selain itu, Kapolresta, para tersangka juga mencetak sendiri nomor IMEI serta melengkapi telepon genggam dengan dua palsu.

"Dalam sebulan, omset tersangka mencapai Rp150 juta," kata dia.

Dari penggrebekan itu, Polisi mengamankan 1.697 unit iphone dari berbagai tipe. Selain itu, polisi juga mengamankan 4 unit solder, 1 alat servis, 1 unit mesin pencetak IMEI, 1 unit laptop, 1 unit power supply, dan ratusan dus iphone palsu.

Para tersangka dijerat dengan Pasal berlapis diantaranya Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf f dan j Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, Pasal 120 Ayat (1) Undang-Undang Perindustrian, Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi, dan Pasal 3, 4, dan 5  Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang.

"Ancaman hukuman untuk para tersangka di atas 5 tahun penjara," kata Kapolresta.

Menurut Kapolresta, saat ini kasus itu masih dalam pengembangan. Dia memastikan akan terus membongkar jaringan itu agar tidak merugikan masyarakat konsumen. (Dimas Agung/BidHumas)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »