Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Proyek BBWSC3 Banten di Kali Mati Pontang Jadi Perhatian Serius

By On 11/02/2019 10:53:00 PM


SERANG, CULA1.ID - Proyek BBWSC3 Banten, Kali Mati Pontang jadi perhatian serius. Pasalnya, proyek dengan nama judul kegiatan pembangunan long storage tersebut, fakta di lapangan belum dikerjakannya pembangunan long storage tersebut, mengingat 112 hari kerja dengan waktu 54 hari yang sudah terpakai dan sisa waktu 58 hari kalender kerja.

Secara tekhnis, catatan teori analisa perhitungan tanggal dan waktu kerja, pada tabel Analysa Date System Time (ADST), dimana tertuang di dalamnya nilai peningkatan proggres kerja disertai kebutuhan anggaran biaya dalam hitungan perhari sampai pada 112 hari kerja sesuai dalam isi kontrak, yang mana pada pelaksanaan kegiatan, tekhnis dan metode kerja menggunakan tekhnis pola kerja terbalik.

Kembali, pada teori analisa perhitungan waktu yang terpakai merujuk pada kisaran progres 48 persenan (%) atau capaian volume kurang lebih 173000 M3, hal tersebut menjadi perhatian serius dari berbagai unsur.

Ketua DPD Provinsi Banten Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Indonesia, Arrohman Ali, pada hari Jumat, 1 November 2019, mendatangi lokasi pekerjaan dalam kujungan kerja sebagai fungsi kontrol sosial menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat penerima manfaat bahwa tidak begitu saja menerima hasil yang telah mereka (pelaksana kegiatan) kerjakan.

"Pradigma di masyarakat, dengan dibangunnya saja kali mati sudah cukup berbangga diri, tapi sudah puas kah dengan kondisi fisik dari hasil kerja mereka selaku pelaksana PT. Dwi Krida Sempana, karena sesungguhnya kepuasan itu ada bila warganya  bersikap menentukan nasibnya dan selalu pro aktif terhadap pengawasn pekerjaan PT. DKS," ungkapnya.


Ditambahkan, perhatian serius bukan hanya perannya pada kelembagaan saja, melainkan pihak Balai Besar Wilayah Sungai C3 Banten sangat kompeten terhadap kondisi sekarang harus lebih berani dan tegas perintahnya kepada pihak pelaksana, tentunya dalam koridor kontrak kerja.

"Secara hitungan waktu 54 hari kerja merujuk pada capaian progres 48 %, atau terpenuhinya volume kurang lebihnya 173.000 M3, yang semestinya telah terealisasi, namun fakta di lapangan dari ketersediaan 6 titik disposal, secara matematis belum terpenuhinya kebutuhan sesuai progres saat ini. Belum lagi mengenai ada di beberapa titik disposal yang ditutup oleh warga apakah ini bukan suatu keterlambatan," ujarnya. 

"Untuk menyikapi persoalan pekerjaan di PT. DKS, segera, pihak BBWSC3 Banten melalui PPK ATAB, lakukan upaya paksa pada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan progres hingga pada waktu yang disepakati pekerjaan dapat terselesaikan, karena sesungguhnya independensi kami tidak mengeluarkan tambahan waktu pada kalian," tegasnya. (Andrey Amin)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »