Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Proyek SPAL di Kampung Pejamuran Desa Pasilian Jadi Sorotan, Warga: Jangan-jangan Proyek Setan

By On 11/14/2019 11:01:00 PM


TANGERANG, CULA1.ID - Proyek pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah yang biasa disebut SPAL di Kampung Pejamuran RT 02, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, menuai kritik dan pertanyaan dari warga sekitar.

Pasalnya, proyek tersebut tidak mencantumkan papan informasi atau papan proyek dimana di dalam papan tersebut menginformasikan dari mulai nilai anggaran, sumber anggaran, volume kegiatan, tahun anggaran, jadi jelas kalau masyarakat setempat mempertanyakan hal itu,.

Salah seorang warga Kampung Pejamuran yang enggan disebutkan namanya bahwa dirinya tak mengetahui apakah pembangunan proyek SPAL tersebut dananya bersumber dari APBN, APBD, Provinsi Banten, APBD Kabupaten atau Dana Desa.

"Kan semuanya menggunakan keuangan negara, jadi wajarlah kalau proyek tanpa papan nama disebut proyek setan," katanya, Kamis, 14 Novemberr 2019.

Menanggapi hal itu, Heri Sahiri, Aktifis Gerakan Reformasi Masyarakat Banten Indonesia (LSM Geram Banten Indonesia) meminta kepada Dinas terkait untuk segera menegur dan memasang plang papan nama kepada seluruh kegiatan proyek pembangunan di wilayah setempat.


"Harus terpasang, baik itu proyek infrastruktur jalan, paving block, SPAL, drainase, pembangunan gedung ataupun proyek irigasi. Dalam hal ini publik atau masyarakat juga berhak tahu anggaran tersebut berasal dari mana, masa iya kantong pribadi Kepala Desa, kan repot kalo begini," ucap Heri.

Selain itu, Heri menegaskan, akan pentingnya informasi pada suatu proyek atau kegiatan pemerintah. 

"Selain memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak/swakelola serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek. Masyarakat juga dapat ikut berperan dalam bentuk pengawasan secara langsung pengerjaan proyek yang ada di daerahnya masing-masing," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan awak media di lapangan, selain tidak menyertakan informasi kegiatan, bangunan SPAL tersebut terkesan asal-asalan, hampir tidak menggunakan pondasi, dan adukan spacy pada tumpukan batunya pun asal tempel. (Adhisena)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »