Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Linduk Tidak Ingin Lahannya Dirusak dan Dijadikan Pembuangan Lumpur PT. Dwi Krida Sempana

By On 11/01/2019 08:17:00 PM


SERANG, CULA1.ID - Terjadi sengketa lahan seluas tiga hektar. Ibu Eni atas nama pemilik lahan warga Linduk yang tidak ingin lahannya dirusak atau dijadikan pembuangan lumpur PT. Dwi Krida Sempana.

Ia menitip pesan kepada pihak  perusahaan bahwa lahan disebelahnya milik Haji Fajar batal diurug.

Aliansi Media dan LSM SERTIM di wilayah Pontang yang dihadiri oleh Pemred Media CULA1.ID Kurniawan, LSM GERAK Ali Rohman, LSM GENTAR Romy. Hari Jumat Tanggal 1 November 2019, tepatnya di wilayah Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten untuk mengadakan jumpa pers dan Audensi dengan PT Dwi Krida Sempana dengan maksud dan tujuan Konfirmasi dan Klarifikasi terkait kegiatan yang dilakukan yang menelan Anggaran Negara yang cukup Pantastis senilai Rp 43.270.720.000,- dikerjakan 112 Hari kalender dikerjakan oleh PT Dwi Krida Sempana yang diawasi oleh PT Karya Utama Citra Mandiri.
Jumpa pers tersebut untuk meluruskan benar atau tidaknya informasi yang beredar di masyakat agar tidak menjadi bola liar yang nantinya akan membuat masyarakat bingung dan juga akan merugikan kedua belah pihak antara mayarakat dan pelaksana kegiatan yaitu PT. Dwi Krida Sempana.

Terjadinya sengketa lahan dikarenakan adanya pengrusakan lahan milik Ibu Eni. Begitu juga dengan Pak Haji Fajar ketika awalnya pemilik lahan akan medapatkan kompensansi, namun yang terjadi sebaliknya, pemilik lahan harus membayar sejumlah angka yang ditentukan.


Humas Samudi selaku perwakilan dari perusahaan mengatakan, kalau semua kegiatan dilakukan sudah sesuai SOP terkait hubungan sosial kepada masyarakat.

"Kami sudah lakukan dalam bentuk kompensasi alakadarnya atau semacam uang kerohiman," ungkapnya. 

"Adapun terkait informasi di luar yang mengatakan kalau saya menerima kompensasi dari perusahaan yang tidak saya berikan kepada warga itu tidak benar," ungkapnya.

Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup LMPI Mada Banten, Adhisena Nugraha mengatakan, diduga kuat pekerjaan yang menelan anggaran Negara yang begitu besar ini sarat dengan permainan dan tindak Pidana Korupsi.

"Saya siap mulai hari ini, ke depan memulai investigasi terkait kegiatan Disposal yang disinyalir sarat dengan penyimpangan atau penyelewengan Anggaran Negara," pungkasnya

Hal senada dikatakan Ketum LSM Gerakan Transfaransi Anggaran Rakyat (Getar), Romy Sahfrial.

Menurutnya, terjadinya sengketa Disposal yang terjadi di Desa Linduk menunjukan dana Kompensasi yang dikeluarkan tidak sampai kepada peruntukkannya.

"Patut dicurigai dana tersebut nyangkut dan sesegera mungkin pihak Perusahaan melakukan evaluasi secara terbuka kepada Masyarakat, kemana dana Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut jatuhnya," pungkasnya. (Andrey Amin)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »