Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Apakah Itu Lintang Kemukus, Fenomena Astronomi, Tanda Alam Atau Penampakan UFO ?

By On 10/12/2020 08:09:00 PM




Cula1.id - Dunia medsos dihebohkan penampakan aneh di langit dari beberapa daerah yang terkonfirmasi via posting. Gambar postingan mengidentifikasi berbagai versi disertai keterangan yang berbeda-beda, (10/10/2020).

Berbagai versi menyebut kemunculan penampakan aneh tersebut adalah meteor, lainnya menyebut komet, ada yang berpendapat penampakan UFO. Sedangkan pendapat yang cukup ekstrim adalah uji coba rudal oleh pihak militer. Namun, ada juga yang menyebut fenomena itu kemungkinan sampah antariksa, misal satelit atau roket.

Apapun sebutannya, entah itu meteor atau komet, tradisi menamainya lintang kemukus. Menurut kosmologi, kemunculan lintang kemungkus terkoneksi dengan pertanda, entah itu peralihan kekuasaan, pagebluk, meninggalnya tokoh besar atau kekacauan. 

Kosmologi tersebut terhubung dengan ilmu bergenre empiris atau ngelmu titen. Walaupun disebut empiris, ilmu itu bersandar pada kesadaran bahwa peristiwa penting didahului pertanda, tapi tidak absolut dan mutlak.

Nglilir atau bangkit, nglulur atau pembersihan dan nglolor atau kerelaan, menjadi konsep kesadaran itu. Namun, semuanya tergantung dari si pelaku, dalam hal ini bukan berarti paranormal atau spiritual, semua orang bisa, asalkan ada niat.

Berbeda lagi menurut kacamata saintis, lintang kemukus diidentifikasi sebagai benda luar angkasa, bisa meteor atau komet. Yang paling mendekati identifikasi tersebut adalah hujan meteor yang dinamakan draconid.

Berdasarkan hitung-hitungan, meteor itu dapat dilihat dari bumi pada rentang 6 hingga 10 Oktober di beberapa tempat, salah satunya Indonesia. Apabila merujuk pada draconid, kemungkinan penampakan yang viral di medsos tersebut adalah fenomena fireball, yang diperkirakan muncul di atas horizon utara ke selatan atau sebaliknya.

Bila mengacu wujud penampakan tersebut, agaknya perlu 'revisi', terkait identifikasi benda langit itu. Lintasan yang terwujud, tidak menyerupai jejak meteor, karena umumnya terlihat baur. Demikian juga disebut komet, cahaya terang memanjang menjadi ciri khas benda langit ini.

Kacamata sains dengan spiritual, bisa satu arah, namun mayoritas berlawanan. Demikian juga spiritual dengan astronomi, ada yang sama, tapi ada yang bertolakbelakang. Asumsi bisa salah, bisa benar, tergantung latarbelakang asumsi itu.

Sementara itu, bila penampakan yang disebut lintang kemukus itu dikaitkan sampah antariksa, bisa satelit, bisa juga roket, kemungkinan kecil informasi kebenarannya. Lantaran, umumnya tidak berwujud seperti gambar yang terposting di medsos.

Pendapat ekstrim menyebut, penampakan di langit pada sore hingga malam hari itu adalah uji coba rudal, agaknya jauh dari masuk akal, karena jejak rudal jenis apapun akan terlihat seperti bekas kondensi.

Sedangkan yang bergenre mistis, penampakan itu tidak lain adalah bila arwah atau biasa disebut 'lampor'. Untuk pendapat yang satu ini, agaknya tidak masuk dalam ranah logika, karena jarak pandang lampor tidaklah sejauh itu, tapi hanya beberapa ratus meter atau maksimal cuma 2 hingga 3 kilometer.

Pendapat lain, penampakan yang viral tersebut adalah UFO, yang notabene terkoneksi langsung dengan keberadaan makhluk cerdas di luar bumi, atau biasa disebut alien. Kalau pendapat yang satu ini, bisa ya, bisa tidak, tergantung cara mengasumsikan penampakan itu sendiri, ke arah fiksi atau ilmiah.

Kalau mau jujur, sebenarnya ada beberapa fenomena alam yang tidak bisa dipecahkan atau dalam artian tidak diketahui secara pasti, dan masih berstatus misteri. Walaupun kenyataannya, semua fenomena itu dijelaskan secara ilmiah, tapi ada beberapa yang terkesan dipaksakan.

Hingga saat ini, lintang kemukus tetap memiliki tempat, entah dari ruang spiritual, ruang tradisi, ruang sains, maupun ruang astronomi. Yang jelas, fenomena itu membuktikan, bahwa ada kekuasaan lain di atas batas kemampuan manusia yang tidak dapat dijangkau, yang tanpa batas ruang, dan tidak terikat oleh waktu, yaitu Sang Pencipta Semesta. 

*(Adhisena)*

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »