Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

APH Diminta Tindak Tegas Oknum Pengedar Obat Golongan G

By On 10/18/2020 07:52:00 PM

Penulis : Andre Amin

SERANG, Cula1.ID - Meski saat ini toko kosmetik yang diduga menjual obat terlarang dengan jenis Tramadol dan Hexymer di Wilayah Kabupaten Serang sudah tutup, namun masih saja ada oknum yang sengaja menjual obat tersebut dengan cara diedarkan perorangan.

Dimana jenis obat golongan G di antaranya Hexymer (tablet kuning), Alprazolam, Double L, Tramadol, dan Trihexyphenidyl (Double Y).

Padahal sudah jelas di aturan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 196 berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Sementara Pasal 197 menjelaskan setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Hasil penelusuran media, Minggu (18/10/2020) dini hari, masih ada saja oknum penjual perorangan yang diduga dengan sengaja menjual obat tersebut kepada para pelajar dan pembeli yang berada di wilayah Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Dimana modus yang dilakukan oleh oknum untuk menjual obat jenis Tramadol dan Hexymer yakni dengan cara mencari lapak-lapak yang kosong sembari menentukan waktu guna memperlancar transaksi obat tersebut kepada pembeli.

Dengan adanya kejadian seperti itu, salah satu warga yang bernama Indra mengharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar secepatnya melakukan tindakan terhadap oknum yang diduga dengan sengaja menjual obat jenis Tramadol dan Hexymer di wilayah Kecamatan Cikande khususnya dan Provinsi Banten umumnya.

"Jangan sampai generasi muda sekarang ini moralnya hancur hanya gara-gara mengkonsumsi obat itu dan saya meminta agar APH menindak tegas oknum yang sengaja menjual obat tersebut," ucapnya.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »