Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Badan Jalan Cirabit Diduga Dijadikan Lahan Parkir Liar

By On 10/29/2020 02:26:00 AM

Penulis : Alfian/Dam








SERANG, Cula1.ID - Jalan adalah seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapan yang diperuntukan bagi Lalu Lintas Umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan berhenti dan parkir. Terkait parkir di bahu jalan, maka pengemudi hanya dapat memarkirkan kendaraannya di bahu jalan yang ada rambu lalu lintas atau marka jalan yang menandakan bahwa bahu jalan tersebut dapat dipergunakan sebagai tempat parkir.

Selain itu juga, setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan. Yang dimaksud dengan terganggunya fungsi jalan adalah berkurangnya kapasitas jalan dan kecepatan lalu lintas antara lain menumpuk barang/benda/material di bahu jalan, berjualan di badan jalan, parkir dan berhenti untuk keperluan lain selain kendaraan dalam keadaan darurat.

Apabila pengemudi memarkir dalam keadaan darurat, seperti kendaraan dalam keadaan mogok, kecelakaan lalu lintas, dan mengganti ban, setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir.

Akan tetapi, hal seperti itu diduga telah diabaikan oleh para pengemudi kendaraan truck besar dengan jenis Fuso, dimana di sepanjang Jalan Cikande - Rangkasbitung (Cirabit) tepatnya di depan PT. Wono Koyo Gabus, sering kita melihat kendaraan tersebut terparkir dengan bebasnya menggunakan lahan bahu tanpa menghiraukan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dengan adanya pemandangan mobil Fuso terparkir bebas ini, dikeluhkan oleh salah satu pengguna jalan, Dede Restu setiap hari melintas didepan PT. Wono Koyo dan sering melihat kendaraan besar silih berganti terparkir selama 24 jam.

"Menurut saya, dengan adanya truck-truck besar yang terparkir di depan PT. Woyo Koyo sangat membahayakan dan mengganggu pengguna jalan," kata Dede ketika dikonfirmasi terkait keberadaan parkir liar, Rabu (28/10/2020).

Dede menambahkan, pada saat itu dirinya melihat pengendara motor yang hampir saja mengalami kecelakaan. Pada saat itu malam hari, keadaan gelap dan mobil Avanza dari arah kiri mendadak ke arah kanan, mematah mungkin kaget melihat di badan jalan terparkir mobil truk yang sedang parkir liar.

"Sepontan pengendara motor mengerem mendadak hampir tertabrak mobil. Waktu kejadian, posisi saya persisi di belakangnya," tambahnya.

Sementara itu, salah satu sopir tanah yang terparkir di depan PT. Wono Koyo Supandi menjelaskan bahwa ia hanya mengikuti teman-temannya saja sembari menunggu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) pulang dari tugasnya di perbatasan Serang dan Tangerang.

"Saya parkir hanya beberapa jam saja sambil mengecek kondisi kendaraan, dan menunggu petugas Dishub bubar. Dikarenakan sebelum pukul 18.00 WIB truk besar dilarang melintas di wilayah Tangerang," jelas Supandi yang merupakan warga Kabupaten Lebak.

Dengan adanya pemandangan parkir liar seperti ini, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Serang, Muhayat menerangkan bahwa sudah banyak warga ataupun pengguna jalan yang melintas di jalan Cikande - Rangkasbitung yang datang ke Macab dan mengeluhkan dengan banyaknya mobil truk yang terparkir di depan PT. Wono Koyo.

"Memang sudah banyak yang melaporkan ke kantor kami, diantaranya warga dan pengguna jalan yang merasa terganggu dengan adanya truck besar yang terparkir di sisi kiri dan kanan badan jalan," terangnya.

Muhayat menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Banten dan pihak Kepolisian Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) agar segera menertibkan truck-truck yang terparkir secara ilegal.

"Saya akui itu sangat berbahaya, karena badan jalan kiri dan kanan habis untuk parkir, akhirnya terjadi penyempitan jalan dan seolah-olah di depan PT. Wono Koyo dijadikan lahan parkir bagi mereka yang tidak memikirkan kepentingan dan keselamatan pengguna jalan, karena ini merupakan jalan umum," ucapnya.

Mengingat, pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Poin A dan B Pasal 118 disebutkan selain kendaraan bermotor umum dalam trayek, setiap kendaraan bermotor dapat berhenti di setiap jalan, kecuali terdapat rambu larangan berhenti dan atau marka jalan yang bergaris utuh serta pada tempat tertentu yang dapat membahayakan keamanan, keselamatan serta mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan dan atau di jalan tol.

Pasal 121 ayat 1 dan 2 disebutkan setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.

Sedangkan Pasal 298 Ketentuan Pidana disebutkan setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah).


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »