Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketua PWI Sambangi Mabes Polri Terkait Keselamatan Wartawan

By On 10/13/2020 12:27:00 AM


JAKARTA, Cula1.ID - Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari didampingi Sekretaris Jenderal Mirza Zulhadi, Sekretaris PWI Jakarta Raya Naek Pangaribuan mengunjungi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dan diterima oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri, Inspektur Jendral Polisi Argo Yuwono, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (12/10).

Atal S Depari mengatakan, tujuannya adalah untuk membahas keselamatan wartawan saat meliput aksi demonstrasi di lapangan, serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap para wartawan oleh aparat penegak hukum ke depannya.

"Hal itu terkait dengan masih adanya wartawan yang mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi menolak UU Ciptaker, Kamis 8 Oktober 2020 lalu," kata Atal kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Masih kata Atal, meskipun sebenarnya hal itu sudah seringkali diinstruksikan kepada aparat di lapangan. Artinya, Polri juga wajib melindungi wartawan yang bekerja saat meliput aksi demonstrasi di lapangan.

"Pada dasarnya, Polri juga sepakat bahwa kinerja wartawan di lapangan dilindungi oleh Undang-Undang serta dijamin tidak mengalami kekerasan," imbuhnya.

Namun, menurut pengurus PWI di saat atau momen tertentu yang rusuh atau chaos saat aksi demonstrasi, posisi wartawan sangat menentukan untuk terhindar dari kekerasan di lapangan.

"Dalam teknis peliputan di lapangan saat aksi demonstrasi, jurnalis idealnya berada di belakang aparat, agar terhindar dari kekerasan," tambahnya.

Selanjutnya Atal menjelaskan, paling tidak posisi wartawan adalah di samping antara aparat dan pendemo yang berhadapan. Jadi cerdaslah mengambil posisi. Jangan memaksakan diri menerobos ke depan, karena itu berpotensi mendapat kekerasan.

Terkait rencana Polri yang akan menyediakan rompi khusus bagi wartawan yang meliput di lapangan, Atal sangat mendukungnya.

"Karena dengan begitu, aparat mengetahui bahwa seseorang itu adalah wartawan, dan bukan ancaman bagi mereka. Sehingga wartawan terhindar dari kekerasan," ucapnya.

Sementara itu, Kadivhumas Irjen Polisi Argo Yuwono mengharapkan agar wartawan di lapangan juga dilengkapi dengan tanda pengenal dan kartu identitas yang jelas.

"Karenanya ke depan kami akan membuat rompi khusus bagi wartawan di lapangan, agar dapat dikenali petugas. Sehingga tidak terjadi kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan," harapnya.

Untuk penyediaan rompi bagi wartawan, nantinya akan dimulai bagi para wartawan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dan disusul oleh kota-kota besar lain di Indonesia.

"Selanjutnya secara bertahap di seluruh wartawan di semua Polda," kata Argo.

Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa Polri akan kembali mensosialisasikan ke aparat di lapangan bahwa kerja wartawan dilindungi Undang-Undang dan tidak boleh mengalami kekerasan serta intimidasi.

(Jun)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »