Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

LSM Pusaka Sakti Informasikan Dugaan Penyalahgunaan Pendistribusian Tabung Gas

By On 10/28/2020 12:46:00 AM

Penulis : Asep Abdulmuis



SERANG, Cula1.ID - Liquified Petrolium Gas (LPG) adalah gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan penanganannya yang pada mengukur atas propana, butana, atau campuran.

Dimana jenis tabung gas LPG terdiri dari LPG 3 Kg, LPG 12 Kg, tabung gas Bright gas dan tabung gas Elpiji Ease.

Tabung gas LPG 3 Kg atau biasa disebut tabung melon ini sendiri yang merupakan LPG bersubsidi dalam Permen ESDM 26/2009 dikategorikan sebagai LPG tertentu yang disebut dalam Pasal 1 angka 9 adalah LPG yang merupakan bahan bakar yang mempunyai kekhususan karena kondisi tertentu seperti penggunaan, kemasan, volume atau harganya yang masih harus diberikan subsidi.

Demi meraut keuntungan semata, oknum pangkalan gas elpiji 3 kg menghalalkan segala macam cara dengan melanggar zona atau rayonisasi dari wilayah Kabupaten Tangerang masuk ke wilayah Kabupaten Serang ddngan cara melepas segel tabung gas dan diduga kejadian penyelewengan seperti ini sudah sering terjadi.

Seperti yang terjadi di wilayah Gabus Bojong, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, ditemukannya kendaraan roda empat jenis Grand Max yang bermuatan gas elpiji 3 kg dan sudah tidak ada segel melintas di wilayah hukum Polsek Kopo.

Ketika dikonfirmasi, sopir yang namanya minta dirahiasakan menjelaskan bahwa tabung gas 3 Kg bersubsidi ini ia dapatkan dari salah satu pangkalan yang ada di wilayah Tangerang.

"Saya mendapatkan gas ini dari bos yang berinisial AM di Tangerang," jelasnya, Selasa (27/17/2020).

Sementara itu, Ketua Umum LSM Pusaka Sakti, Kasno sangat menyayangkan dengan adanya dugaan penyelewengan tabung gas 3 Kg yang sengaja di jual di luar rayonisasi.

"Memang benar saya sering melihat adanya tabung gas bersubsidi yang diduga sudah menyalahi aturan dan perlindungan konsumen," katanya.

Kasno menambahkan, dengan adanya kejadian seperti ini, dirinya meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengambil sikap dan tindakan terhadap adanya dugaan penyalahgunaan jenis barang yang bersubsidi.

"Jangan sampai dengan adanya kejadian penyelewengan gas elpigi 3 Kg ini bisa merugikan masyarakat yang memang mmbutuhkan, karena sudah jelas tertera ada tulisan subsidi," tambahnya.

Selain itu juga, Kasno meminta kepada pihak Pertamina Wilayah Banten untuk melaksanakan sanksi indisipliner terhadap Hiswana Migas, karena penyimpangan, penyelewengan dan penyalahgunaan, baik terhadap jabatan maupun terhadap barang. 

"Telah terjadi dugaan praktek ilegal kelompok tertentu yang telah melakukan pendistribusikan tabung gas 3 Kg yang bukan wilayah dalam pengajuan," imbuhnya.

Terpisah, anggota Reskrim Polsek Kopo, Polres Serang Kabupaten, Polda Banten, Daniel dan Habib memberi tangapan dengan adanya informasi dari LSM Pusaka Sakti terkait adanya dugaan penyelewengan tabung gas 3 Kg yang diduga sudah keluar dari rayonisasi.

"Silahkan hentikan mobilnya dan segera hubungi kami pihak Polsek Kopo," ucapnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »