Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Minim Pengawasan, Penyaluran Elpiji 3 Kg Diduga Tidak Tepat Sasaran

By On 10/31/2020 07:57:00 PM

Penulis : Asep




SERANG, Cula1.ID - Liquified Petroleum Gas yang selanjutnya disingkat LPG adalah gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan penanganannya yang pada dasarnya terdiri atas propana, butana, atau campuran keduanya.

Penyalur adalah koperasi, usaha kecil dan atau badan usaha swasta nasional yang ditunjuk oleh Badan Usaha (BU) Niaga Migas untuk melakukan kegiatan penyaluran.

Sub penyalur LPG adalah kepanjangan tangan penyalur yang ditunjuk oleh Penyalur untuk melakukan kegiatan penyaluran dalam rangka menjamin kelancaran pendistribusian LPG ke konsumen akhir.

Dimana dalam hal ini, Pertamina, Pemerintah, Kepolisian serta Kejaksaan harus melakukan pengawasan terhadap penyaluran elpiji 3 Kg dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) hingga ke Konsumen, sehingga bisa meminimalisir adanya penyalahgunaan ataupun pelanggaran yang sengaja dilakukan oleh oknum tertentu pada pendistribusian elpiji tersebut.

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Cikande, dimana hasil investigasi ditemukan adanya suatu kejanggalan terhadap pendistribusian elpiji 3 Kg yang sengaja dilakukan oleh Penyalur dengan cara mendistribusikan elpiji 3 Kg melebihi batas quota yang ditentukan.

Salah satunya yang terjadi di Pangkalan Hj. Nuryati yang beralamat di Kampung Kayu Areng 002/004, Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten diduga telah bekerja sama dengan Agen PT. Budi Jaya Makmur yang beralamat di Jalan Raya Serang - Pandeglang, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros dalam pendistribusian elpiji 3 Kg.

Salah satu tokoh masyarakat H. Sainta menerangkan bahwa atas nama Hj. Nuryati, sepengetahuan dirinya tidak ada warga atas nama tersebut.

"Nama Hj. Nuryati tidak ada, justru saya baru dengar nama tersebut," jelasnya, Sabtu (31/10/2020).

Terpisah, pengurus PT. Budi Jaya Makmur Irfan ketika dikonfirmasi mengenai pangkalan gas elpiji atas nama Hj. Nuryati via pesan Whatsapp mengatakan bahwa pangkalan tersebut hanya untuk sementara dan setiap 1 minggu sekali dilakukan pengiriman.

"Infonya untuk sementara, karena di lokasi tersebutkan di sebelahnya mengganggu jalan," katanya.

Irfan menjelaskan, kalau misalkan pangkalan tersebut turun pendistribusian, karena adanya tukeran bisa juga. Jadi terkadang adanya kesibukan, sehingga minta di tukar.

"Terkadang di jadwal juga tidak menentu, terkadang satu minggu sekali dan sesuai dengan tanggal alokasinya. Terpenting, satu bulan itu mencapai 4 - 5 kali pengiriman," jelasnya.

Menanggapi hal trsebut, anggota DPC Lapbas Kabupaten Serang Kardiman menduga bahwa penyaluran elpiji yang terjadi di pangkalan Hj. Nuryati tidak tepat sasaran.

"Saya duga pendistribusian elpiji ini tidak sesuai," ucapnya. 


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »