Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Oknum Kepala Desa Diduga Usir Warga

By On 10/13/2020 04:12:00 PM


TANGERANG, Cula1.ID - Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa (SOTK) di sebutkan bahwa, Kepala Desa mempunyai tugas dan fungsi untuk masyarakatnya.

Kepala Desa berkedudukan sebagai Kepala Pemerintah Desa yang memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu juga, Kepala Desa menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja Pemerintahan, penetapan peraturan di desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah. Melaksanakan pembangunan, seperti pembangunan sarana prasarana perdesaan, dan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan. 

Pembinaan kemasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan. Pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga lainnya.

Akan tetapi, oknum Kepala Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, kabuputen Tangerang berinisial AE, diduga telah melanggar aturan Permendagri Nomor 84 tahun 2015 dengan cara telah melakukan tindak kekerasan mengusir warganya yang hendak mengurus Surat Keterangan Usaha (SKU).

Seperti yang dikatakan Yulianto, dirinya beserta istri menceritakan kronologi pengusiran oknum Kepala Desa dimana tindakan yang dilakukan AE tidak manusia, yakni dengan cara menepuk dengan nada kasar.

"Saya sangat kecewa dengan sikap oknum Kades yang diduga melakukan tindakan arogan terhadap saya," kata Yulianto, Selasa (13/10/2020).

Yulianto menambahkan, sekira pukul 14.00 WIB, ia bermaksud untuk membuat surat keterangan usaha dan menanyakan berapa biaya administrasinya kepada Kepala Desa. Namun Kades menjawab dengan nada emosi.

"Biayanya Rp 50.000," tambah Yulianto sembari menirukan gaya oknum Kades yang diduga arogan.

Setelah itu saya menanyakan prihal pembiayaan administrasi SKU yang diduga tidak sama dengan warga yang lain.

"Kemarin ibu-ibu yang membuat SKU dipinta sebesar Rp 15.000, kenapa kok saya dipinta Rp 50.000? Ini namanya tidak adil. Memangnya uang administrasi itu masuknya kemana," imbuhnya.

Sontak saja oknum Kepala Desa itu menepuk bahu saya sambil mendorong dan berkata sudah jangan diurusin, pergi, pergi.

Sampai berita ini ditayangkan, media belum bisa meminta penjelasan dari oknum Kepala Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

(Andre Amin / Alpian)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »