Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Terkait Ijin Lingkungan, PT. Frans Putra Textile Diduga Suap Warga

By On 10/14/2020 03:23:00 PM


SERANG. Cula1.ID - Untuk mendapatkan ijin lingkungan dari warga Cibeurem, perusahaan PT. Frans Putra Textile yang beralamat di Kampung Cibeureum, Desa Cikande, Kecamatan Cikande Kabupaten Serang diduga menyuap warga dengan cara membagikan paket sembako.

Akan tetapi, pemberian paket sembako tersebut di tolak warga. Bahkan sejumlah ibu - ibu yang sudah menerima paket sembako, akhirnya di kembalikan ke pihak perusahaan dan di terima oleh pihak Security PT. Frans Putra Textile. 

Warga Kampung Cibereum RT 04 RW 02 Desa Cikande, Kecamatan Cikande Hj. Siti bersama tetangga lainnya mendatangi perusahaan sambil membawa paket sembako untuk di kembalikan ke pihak perusahaan.

"Terimakasih atas pemberian paket sembakonya, tapi mohon maaf saya tidak bisa menerimanya karena pemberian itu ada buntutnya alias ada udang di balik batu," kata Hj. Siti di depan perusahaan, Rabu (14/10/2020).

Terpisah, Alfian menjelaskan bantuan paket sembako dari perusahaan itu sudah jelas menyuap warga supaya di pihak perusahaan diberikan ijin lingkungan terkait berdirinya bangunan PDAM Satelit milik PT. Frans Putra Textile, yang diduga sudah tidak berlaku lagi tentang dokumen surat ijinnya.

"Kemungkinan untuk persyaratan ijin pihak perusahaan menyuap warga dengan pembagian sembako," jelasnya.

Masih kata Alfian, berawal dari salah satu oknum perangkat desa berinisial S mengumpulkan foto copy KTP dengan alasan untuk pengaujan warga yang terdampak Covid-19, akan tetapi data foto copy KTP tersebut diajukan ke pihak perusahaan.

"Sama aja itu memanipulasi data, makanya warga yang menerima paket sembako itu di kembalikan lagi," tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kampung Cibeureum, Hasan Basri menjelaskan bahwa hal tersebut dianggapnya kurang etis, karena bantuan yang diberikan oleh perusahaan bukan sebagai itikad baik, melainkan memiliki maksud tertentu.

“Oleh sebab itu kami beserta warga sekitar perusahaan PT. Frans Putra Textile menolak bantuan sembako yang diberikan pihak perusahaan, yang mana awalnya menurut pihak perusahaan yaitu pak Fery bahwa bantuan ini adalah bentuk CSR dari perusahaan, ” jelasnya.

(Amroji)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »