Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bangunan MCK di Kampung Cideng, Desa Kresek Disegel Warga

By On 11/07/2020 06:37:00 PM

Penulis : Asep









TANGERANG, Cula1.ID - Pembangunan MCK 4 pintu yang sedang berjalan di Kampung Cideng 11/04 Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang di demo serta disegel warga sekitar dan warga meminta kegiatannya jangan dilanjutkan, dikarenkan lokasi bangunan MCK berada diatas tanah pemakaman wakaf.

Salah satu warga yang ikut demo, Ibu Apri mengatakan di samping bangunan MCK ini ada kuburan orang tuanya, serta di bawahnya ada kuburan.

"Ada kuburan orang tua saya didekat bangunan itu," katanya, Sabtu (07/11/2020).

Ditempat yang sama, Ketua RT 11 Tajudin menjelaskan bahwa di belakang bangunan MCK ini ada kuburan Bibinya Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

"Dibelakangnya ada kuburan keluarga Wakil Presiden," jelasnya.

Sementara itu, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kresek Abdul menerangkan bahwa, selain adanya kuburan keluarga Wakil Presiden, pelaksana pembangunan MCK tidak melakukan pemberitahuan terkait adanya kegiatan tersebut.

"Sebelumnya tidak ada musyawarah dan pemberitahuan kepada masyarakat, sehingga masyarakat menolak dengan adanya pembangunan MCK dan jika diteruskan warga akan menyegel," terangnya.



Terpisah, pelaksana pembangunan MCK H. Sibro ketika dikonfirmasi mengungkapkan siapa tahu dengan adanya penyegelan, ada yang mau mengganti anggaran bangunan yang sudah mencapai progres kegiatan 70 persen.

"Karena pada awalnya RT yang mengizinkan," ungkapnya.

H. Sibro menambahkan, yang pasti saya tidak akan membangun apabila tidak mendapatkan izin dari seseorang. Tentunya saya sebagai pelaksana berusaha tidak merugikan APBD dan kegiatan harus tetap berjalan.

“Saya menunggu keadaan kondusif dulu dan akan membangun kembali, karena kita harus bertanggung jawab," tambahnya.

Sebetulnya dari pihak Dinas sudah melakukan survey dilokasi, bertemu dengan RT dan Suryadi selaku Ustad ditunjuk sebagai penanggung jawab. Saya pun sudah musyawarah dengan Kepala Desa dan pemuda, bahkan tidak mempermasalahkan.

"Intinya ada yang tidak senang, karena terdapat dua kubu. Untuk nilai anggaran sebesar Rp 150.000.000 dipotong 12 persen dari anggaran," imbuhnya.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »