Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Koalisi Mappak Banten Pertanyakan Sikap Walikota Serang Terkait THM

By On 11/21/2020 10:16:00 PM

Penulis : Red/Rilis


SERANG, Cula1.ID - Beberapa lembaga yang tergabung dalam Koalisi MAPPAK Banten mempertanyakan sikap Walikota Serang terhadap surat audensi pada tanggal 02 November lalu dengan nomor surat 011/KOALISI/MAPPAK-BANTEN/Aud-HIB/XI/2020 terkait dengan adanya aktifitas Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Serang.

Surat audensi dilayangkan atas dasar bentuk kepedulian masyarakat akan terjadinya penyebaran Covid-19 yang dihawatirkan akan menjadi kluster baru. Bahkan baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan intruksi di beberapa media nasional akan memberhentikan kepala daerah yang telah terbukti membiarkan adanya kerumunan massa, apalagi tidak mengimplementasikan protokol kesehatan.

Seperti yang dikatakan koordinator MAPAK Banten Ely Jaro, dirinya meminta kepada Kapolda Banten agar menindak tegas atas dugaan adanya pembiaran oleh oknum kepala daerah, baik Gubernur, Bupati dan Walikota yang diduga telah melakukan pembiaran beroperasinya THM.

"Apabila itu dibiarkan, diduga akan menambah kluster baru dalam penyebaran COVID-19," katanya, Sabtu (21/11/2020).

Ely menjelaskan, pihaknya sudah berusaha untuk melakukan audensi dengan Walikota Serang selaku kepala daerah yang memiliki kewenangan dalam melakukan tindakan, apalagi memang ada intruksi dari Presiden Republik Indonesia.

"Akan tetapi, sampai saat ini kami belum menerima sikap ataupun tindakan atas surat yang sudah kami layangkan," jelasnya.











Senada diungkapkan Aktifis AMB Dedi, sebelumnya kita telah melakukan investigasi ke benerapa tempat hiburan malam yang ada di Kota Serang, diduga tidak menerapkan protokol kesehatan dan pengunjung banyak yang tidak menggunakan masker.

"Ketika dalam keadaan tidak sadar, mungkin saja para pengunjung sangat berdekatan dan kita tidak akan tahu siapa saja yang memang terjankit yang dihawatirkan akan menular kepada pengunjung lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, penggiat dari KPK Nusantara Aminudin mengingatkan kepada Pemkot Serang agar lebih merespon terhadap kepedulian masyarakat terkait penyebaran COVID-19. 

"Jika memang upaya audensi tidak di indahkan, maka kita tidak segan-segan akan membuat pelaporan kepada Menteri Dalam Negeri terkait dugaan pembiaran beroperasinya tempat hiburan malam di Kota Serang pada masa Pandemi Covid-19 ini," ucapnya.

Aminudin menambahkan, selain dirinya akan melaporkan ke Mendagri, ia meminta kepada para petingi Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Banten, baik Kapolda dan Danrem agar dapat menindak tegas jika ada para oknum aparat yang membekingi beberapa tempat hiburan malam di Kota Serang.

"Segera tindak apabila ada oknum yang diduga terlibat didalamnya," tambahnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »