-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pemkot Bogor Akan Bangun 4 Kawasan Terintegrasi

By On 11/25/2020 07:47:00 AM

Penulis : Jun

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim







BOGOR, Cula1.ID - Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam upaya Penyelarasan Kawasan Masjid Agung, Alun-alun, Pasar Blok F dan Stasiun Kereta Api Bogor, pada Selasa (24/11/2020).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan bahwa, rakor ini akan dicoba untuk menginterpretasikan antara Blok F yang awal tahun depan sudah bisa dioperasikan, dengan keinginan dari Perumda Pasar Pakuan Jaya membuat jembatan penghubung dari Blok F ke Masjid Agung. 

"Tujuannya untuk memakmurkan Masjid, dengan target sasaran jamaah yang diprioritaskan para pedagang di pasar. Ini masih dalam tahap pertimbangan dan akan dibicarakan secara khusus," kata W

Dedie menambahkan, terkait akses dari Alun-alun Bogor ke Masjid Agung memang belum ada, sehingga pada rencana pembangunan Masjid tahap berikutnya, Pemkot Bogor akan memprioritaskan untuk membangun tangga dari Alun-alun ke Masjid Agung. 

Apabila tangga dari Alun-alun ke Masjid Agung dibangun, maka jalan Nyi Raja Permas buntu alias tidak ada akses dari jalan Dewi Sartika lagi. Sehingga bisa berdampak pada seluruh Pedagang Kaki Lima pindahan dari Dewi Sartika," tambahnya.

"Nantinya PKL ini diprioritaskan untuk masuk ke lantai satu, tiga dan empat Blok F. Mereka akan didata ulang Perumda Pasar Pakuan Jaya yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM," tambahnya.

Selanjutnya Dedie menjelaskan, masuknya PKL yang ada di jalan Nyi Raja Permas ke Blok F bukan hanya jalan buntu, tetapi karena PKL sudah menutup saluran air dengan semen, sehingga saluran air yang ditutup tersebut akan dibongkar. 

"Sementara di jalan dekat Masjid Agung akan dibuat box curver untuk saluran sambungan Dewi Sartika ke Stasiun Bogor," jelasnya.

Masih kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, nantinya penataan pembangunan dari Alun-alun, Masjid Agung, Blok F dan Stasiun Bogor dikerjakan secara menyeluruh, serta akan membereskan saluran drainasenya, agar nanti air tidak akan meluap.

Terkait pembangunan Masjid Agung Dedi mengungkapkan, kegiatannya akan dilanjutkan sampai akhir tahun, agar masyarakat bisa memanfaatkan lantai dasar masjid. Tahun depan Masjid Agung sedang diproyeksikan untuk pembangunan konstruksi baru dan atap. 

"Mengingat hasil dari rekomendasi Komite Keselamatan Konstruksi dan dari Balitbang PUPR, atap Masjid tidak boleh menopang pada konstruksi saat ini, sehingga harus membuat kontruksi baru, ungkapnya.

Untuk anggaran sedang kita hitung ulang berapa kebutuhan rill untuk membangun atap dan konstruksi Masjid pada tahun 2021. Dimana kebutuhan biaya yang diperkiraan mencapai Rp 40 Miliar, sedangkan anggaran yang tersedia baru mencapai  Rp 34,5 Miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor.

"Sisanya apakah dari perubahan atau bisa coba melakukan revisi sebelum pagu definitifnya diketuk," pungkasnya.




 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »