Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Siapa Ahli Waris Dibalik Tragedi Kecelakaan Kerja di PT. Advance Smelting Technology

By On 11/09/2020 07:36:00 PM

Penulis : Redaksi








SERANG, Cula1.ID - Terkait dengan adanya kejadian kecelakaan kerja di PT. Advance Smelting Technology yang merenggut nyawa salah satu karyawan berinisial J warga Kampung Baru, Desa Leuwilimus, beberapa waktu yang lalu, kini menimbulkan pertanyaan terhadap siapa yang berhak mendapatkan ahli waris.

Hasil penelusuran dilapangan, isteri almarhum sampai saat ini belum menerima tunjangan ataupun jaminan kematian yang diberikan PT. Advance Smelting Technology terhadap dirinya ataupun anak-anaknya.

Seperti yang dikatakan isteri almarhum, dari pihak perusahaan belum ada yang datang sampai saat ini, dirinya tidak berharap untuk meminta-minta. Seharusnyakan ada silaturahmi dari perusahaan kepada dirinya, apalagi disini ada anak-anaknya.

"Sampai sekarang belum ada yang datang," katanya, Senin (09/11/2020).

Terkait kecelakaan kerja yang menimpa suaminya, ibu satu anak ini belum sempat melihat wajah suaminya sampai dimakamkan. Dikarenakan pihak perusahaan diduga telah melarang dirinya untuk menemani suami di saat kondisi kritis seperti itu.

"Seharusnya saya sebagai isteri ikut menemani suami yang sedang kena musibah, bahasanya sedang ditangani terus. Saya kecewanya disitu, kenapa istri tidak boleh diajak," tambahnya.

Dengan adanya kejadian yang menimpa suaminya, dirinya mengharapkan kepada pihak perusahaan PT. Advance Smelting Technology agar bisa memperhatikan anak-anak almarhum yang masih kecil.

"Tolong perhatikan anak-anak saya dan almarhum sampai lulus sekolah," imbuhnya.

Ditempat yang sama, RT Heri menjelaskan bahwa untuk jaminan yang diberikan pihak perusahaan untuk almarhum baru Rp 15.000.000 dengan rincian Rp 5.000.000 dikasih saat pemakaman dan diberikan lagi Rp 10.000.000 untuk tahlilan.

"Setahu saya responnya sudah bagus. Pertama pertolongan dari tindakan perusahaan sudah ada, termasuk memberikan biaya untuk pemakaman dan tahlilan," jelasnya.

Selanjutnya RT Heri mengungkapkan, informasi yang ia ketahui kemarin pihak perusahaan habis mediasi dengan pihak keluarga almarhum di Desa Tambak dan belum ada kesepakatan. Itu baru wacana dari perusahaan yang mau kasih. Ditambah uang kebijaksanaan dari BPJS, perusahaan Rp 20.000.000 dan ada pertimbangan ditambah lagi sekitar Rp 10.000.000.

"Dari pihak perusahaan mau kasih santunan Rp 50.000.000, upah sekitar 6 bulan, sembako 1 tahun. Pokoknya mulai turunnya bertahap, entah bulan depan atau kapan, menunggu mediasi clear dulu," ungkapnya.

Yang lebih tahu persis itu kakak dari almarhum. Sepengetahuan saya, dari perusahaan mungkin disana (keluarga almarhum di Desa Tambak-red) yang mau melakukan tahlilannya. Dari sini hanya tahlilan kecil-kecilan dan semampunya disini.

"Untuk sumbangsih dri perusahaan saya tidak tahu. Setahu saya baru Rp 5.000.000 dan Rp 10.000.000 yang komunikasi pihak kakaknya, saya hanya sekedar mengetahui saja," ucapnya.

Sementara itu,  Manager PT. Advance Smelting Technology Asep ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp menerangkan bahwa untuk santunan sudah dimusyawarahkan secara kekeluargaan.

"Alhamdulilah untuk santunan dan lain-lain sudah kita musyawarahkan secara kekeluargaan dengan pihak keluarga," terangnya.

Namun, ketika ditanya perihal siapa ahli waris yang berhak menerima jaminan ataupun tunjangan kematian, Manager PT. Advance Smelting Technology diduga bungkam dan enggan menjawab.

Menurut Pasal 61 ayat (1) huruf a Undang-Undang Ketenagakerjaan, apabila pekerja meninggal dunia, maka perjanjian kerja berakhir. Jika hubungan kerja itu berakhir karena pekerja/buruh meninggal dunia, maka berdasarkan Pasal 166 UU Ketenagakerjaan, kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya sama dengan perhitungan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), 1 (satu) kali uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »