Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Pertanyakan Kegiatan OP Saluran Pembawa Sireumeun

By On 11/29/2020 07:16:00 PM







Penulis : Redaksi

SERANG, Cula1.ID - Warga yang berlokasi di sekitaran Saluran Pembawa Sireumeun mempertanyakan dengan adanya kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) yang berlokasi di titik koordinat awal 6° 3' 7, 20" - S, 106° 19' 12, 30" E dan titik koordinat akhir 6° 2' 44, 60" S, 106° 19' 35, 70" E Desa Siremen, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Dimana Saluran Pembawa Sireumeun memiliki panjang 1.132,60 m, lebar 4 m dan tinggi 1.50 m yang dikelola Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau - Ciujung - Cidurian (Satker OP SDA BBWSC3) Provinsi Banten.

Seperti yang dikatakan warga Siremen, dirinya merasa heran dengan kegiatan seperti ini. Kenapa dilokasi kerjaan dengan cara memotong rumput tidak adanya informasi untuk masyarakat.

"Sebetulnya nama kegiatan ini apa, anggarannya berapa. Kenapa masyarakat tidak dibolehkan untuk mengetahui kegiatannya," kata Hendi, Minggu (29/11).

Warga menambahkan, apabila kegiatan itu dari Pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi pastinya ada informasi yang terpasang, tapi kenapa ini tidak ada serta terkesan ada yang disembunyikan.

"Apa mungkin ini kegiatan yang disengajakan dengan mencari keuntungan semata," tambahnya.

Terpisah, salah satu petani yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, kenapa kegiatannya hanya dilakukan dengan memotong rumput. Kenapa tidak sekalian dipasang pasangan batu muka agar aliran airnya bisa mengalir.

"Bagi saya sebagai petani, justru lebih mengharapkan adanya pembangunan pasangan batu muka di Saluran Pembawa Sireumeun ini, karena banyak sekali manfaat yang kami akan rasakan," ungkapnya.

Ditambahkan petani, ia berpendapat ketimbang harus memelihara dengan cara melakukan pemotongan rumput setiap tahunnya, yang jelas itu akan menghambur-hamburkan anggaran saja.

"Kalau seperti ini, orang atas yang untung besar, petani yang dirugikan," imbuhnya.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »