-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

JY Seorang Pengedar Pil Penenang yang Lincah

By On 1/10/2021 02:31:00 AM

Lokasi JY melakukan transaksi penjualan pil penenang







SERANG, CULA1.ID - Tramadol merupakan obat yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri dari tingkat sedang hingga rasa nyeri yang cukup parah. Obat ini memang bukan termasuk dari obat penghilang nyeri narkotika, akan tetapi karena sifat obat ini yang sangat kompeten dalam mengurangi rasa nyeri dengan skala berat, dan juga dijual dalam harga yang cukup murah.

Maka banyak orang menyalah gunakan obat ini, dan digunakan sebagai obat yg dapat menimbulkan efek penenang (melayang bahkan halusinasi) seperti golongan obat narkotika pada umumnya.

Sedangkan Trihexyphenidil atau Hexymer adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi gejala ekstrapiramidal (kaku, tremor, gerakan tidak normal dan tidak terkendali pada tubuh) seperti pada penyakit Parkinson atau efek samping dari pengobatan yang menggunakan obat antipsikotik.

Trihexyphenidil merupakan obat yang perlu pengawasan dokter, karena obat ini termasuk kedalam golongan obat psikotropika, sehingga untuk mendapatkannya memang perlu dengan resep dokter dan dibawah pengawasan dokter.

Itulah mengapa kedua obat ini (Tramadol dan Hexymer) termasuk obat yang dilarang keras peredarannya secara bebas oleh negara, karena dapat disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Akan tetapi, masih saja ada oknum yang diduga dengan sengaja mengedarkan dan menjual pil penenang ini. Bahkan sampai saat ini, warga Kampung Kabayan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang dengan inisial JY masih berkeliaran bebas menjual pil penenang dengan jenis Tramadol dan Hexymer.

Seperti yang diceritakan seorang Ibu muda yang tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah JY, ia menceritakan bahwa setiap hari banyak yang membeli obat-obatan keras dengan warna kuning dan putih.

"Ramai pak, kadang disamping, kadang di belakang rumahnya JY. Biasanya anak-anak muda sering bulak-balik dan mereka membeli obat exsimer dan Tramadol untuk puyeng alias mabok," katanya, Sabtu (09/01).

Masih kata Ibu tetangga JY, padahal JY sering di gerebek Polisi, tapi entah dari mana dia tidak pernah ketangkap sama Polisi. Paling juga yang ketangkap itu anak buahnya dan sama beberapa orang pembeli.

"Besok mah sudah jualan lagi, saya mah tidak tahu obat itu untuk apa dan sebodo amat tidak ngurusin urusan orang lain, masing-masing aja, lagian juga saya tidak tahu kegunaan obat itu untuk apa apanya," tambahnya.

Terpisah, salah satu pemuda yang pernah membantu mengedarkan pil penenang milik JY, dirinya menjelaskan bahwa hasil penjualan obat Tramadol dan Hexymer, untuk omset perhari saja mencapai Rp 1 jutaan.

"Omsetnya memang lumayan. Kalau perhari bisa mencapai Rp 2.5 - 4 jutaan. Akan tetapi, apabila malam Minggu,bisa mencapai Rp 5 - 7 jutaan," jelas pemuda yang namanya minta dirahasiakan.

Selanjutnya pemuda itu menerangkan, dirinya menjual Hexymer isi 10 butir dengan harga Rp 10.000 dan untuk Tramadol ia jual Rp 40.000 per satu lempengnya. Kalau untuk koordinasi ke pihak hukum saya tidak tahu. Tapi waktu itu, saya jualan percaya diri saja karena merasa aman.

"Saya ikut JY kurang lebih 6 bulan, dikarenakan orang tua mengetahui dan melarang saya untuk jualan obat-obatan, akhirnya saya putuskan untuk berhenti. Kalau untuk upahnya, tidak menentu, bagaimana hasil penjualan obat," terangnya.

Sementara itu, ketika awak media mencoba mendatangi rumah JY yang beralamat di Kampung Kabayan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, dirinya sedang tidak ada ditempat dan nampak beberapa anak muda lari berhamburan.


Penulis : DA  |  Editor : Lahudin

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »