-->

Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kuasa Hukum PT. Kahayan Karyacon Ajukan Eksepsi Atas Dakwaan JPU

By On 1/06/2021 05:53:00 AM

Angel, salah satu Pengacara Leo Handoko







SERANG, CULA1.ID – Kuasa Hukum salah satu Direksi PT. Kahayan Karyacon, Leo Handoko mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (05/01/2021).

"Kita mengajukan eksepsi karena dari dakwaan tersebut tadinya tidak ada di BAP, ternyata tadi didakwaan Jaksa itu ada tambahan Pasal, yaitu Pasal 378,” kata Angel, salah satu pengacara Leo Handoko.

Angel menambahkan, selain eksepsi, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli untuk pembuktian, karena menurutnya ada bukti-bukti yang tidak disampaikan. Artinya, awalnya tidak disampaikan di Bareskrim Mabes Polri, akan kita sampaikan di sini. 

Baca Juga : https://www.cula1.id/2020/12/lsm-topan-ri-desak-dirjen-pajak-segera.html

"Untuk bukti-bukti kita sudah ada semua, tinggal menunggu satu minggu. Akan kita lakukan semua, dan kita bantah semua yang didakwakan oleh Jaksa, karena memang ada penambahan Pasal 378,” tambahnya.

Angel menjelaskan, awalnya Leo Handoko dilaporkan oleh pihak Komisaris Perusahaan PT. Kahayon Karyacon ke Bareskrim Mabes Polri dengan dugaan pemalsuan, yakni mengangkat diri sendiri sebagai jajaran Direksi tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan ditersangkakan dengan Pasal 263 dan Pasal 266 KUHP.

“Awalnya Pasal 266 dan 263, ada penambahan, yakni Pasal 378 tentang penipuan. Kita baru mengetahui hari ini ada penambahan pasal dakwaan. Karena dakwaan baru dikasihkan hari ini dan ketika di BAP tidak ada pasal tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Angel juga menerangkan, tadi ada salah penyebutan oleh Jaksa, yakni Leo Handoko disebut sebagai Direktur Utama. Padahal, Pak Leo itu sebagai Direktur ketiga, karena Direktur Utamanya itu Chang Sie Fam.

Baca Juga : https://www.cula1.id/2020/12/wilson-lalengke-minta-polri-bekerja.html

Terkait dengan kerugian Rp 32 Milyar yang didakwakan, Angel mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa memastikan, karena tidak ada RUPS. 

“Karena memang tidak pernah terjadi RUPS tahunan di perusahaan tersebut. Kenapa mereka bisa menunjukkan Rp 32 Mlyar. Itu dari mana, itu yang kita mau cari bukti-buktinya,” ungkapnya.

Masih kata Angel, terkait Pasal dakwaan tambahan, itu langsung dari pihak Kejaksaan. Karena di BAP tidak ada Pasal 378, hanya ada Pasal 266, 263. Kenapa itu bisa ada, saya juga tidak tau, ada apa ini sebenarnya. 

"Untuk membuktikan itu tidak benar yaitu RUPS, karena tidak pernah dilakukan RUPS tahunan. Makanya mengapa mereka bisa bilang di situ kerugiannya mencapai Rp 32 Milyar, itu dari mana. Apalagi sampai diancam Pasal 378 dan dari pengakuan Leo dkk, itu tidak pernah dilakukan RUPS,” tutupnya.

Penulis : Redaksi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »