-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tidak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Diduga Pasien Disandera Pihak Rumah Sakit

By On 1/17/2021 04:04:00 PM

Jumriah (44) pasien Rumah Sakit Ibunda



SERANG, CULAI.ID -  Sungguh malang nasib Jumriah (44) warga Kesampangan 06/04, Desa Gelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Dirinya tidak bisa meninggalkan Rumah Sakit Ibunda setelah melahirkan bayi kembarnya, karena tidak mampu membayar biaya persalinan secara sesar sebesar Rp 17,6 juta.

Padahal seharusnya Jumriah sudah bisa meninggalkan Rumah Sakit, berhubung baru yang dibayarkan Rp 3 juta dan masih ada tunggakan Rp 14,6 juta, serta Kartu BPJS Kesehatan PBI yang diberikan pemerintah sudah tidak aktif, maka ia disandera di Rumah Sakit tersebut.

"Saya sudah lima hari berada di Rumah Sakit, saya tidak bisa pulang bersama dengan bayi kembar saya, karena saya tidak bisa melunasi biaya persalinan sebesar Rp.14,6 juta," ungkap Jumriah dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (16/1).

Jumriah menambahkan, niat dirinya untuk membayar biaya persalinan ada, bahkan dari tunggakan sebesar Rp 17,6 juta pihaknya sudah mengangsur sebesar Rp 3 juta.

"Pihak RS sudah memperbolehkan pulang, tapi karena saya tidak mempunyai uang untuk melunasi biaya persalinan, niat untuk pulang itu gagal," jelasnya.

Masih kata Jumriah, saat ini suaminya sudah tidak bekerja, sedangkan BPJS Kesehatan PBI yang diberikan oleh Pemerintah kini sudah tidak aktif. Itu yang membuat ia dan suaminya menjadi pusing karena tidak ada biaya untuk biaya persalinanya.



"Suami saya semenjak pandemi Covid-19, kadang bekerja, kadang tidak bekerja. Saya bingung harus berbuat apa untuk melunaskan biaya persalinan ini," imbuhnya.

Ditempat yang sama Jumadi (18) putra sulung dari Jumriah mengaku sudah berupaya melakukan mediasi ke pihak Rumah Sakit Ibunda. Namun upaya itu tidak ada titik temu, karena pihak RS meminta agar melunasi semua biaya persalinan itu.

"Saya tidak tega melihat ibu saya, sehingga saya mendatangi pihak manajemen RS untuk bermediasi dan mencari solusi, tapi mediasi tersebut buntu," ucapnya.

Selanjutnya Jumadi menjelaskan, hasil dari mediasi tidak mencapai kesepakatan, karena pihak RS Ibunda mengharuskan Ibu saya untuk tetap melunasi biaya itu atau memberikan jaminan berupa surat kendaraan dan unitnya. Saya jadi bingung, apabila motor itu jadi jaminan, saya nanti bekerja pakai apa. Karena motor itu satu-satunya kendaraan untuk mengais rejeki buat saya.

"Saya berharap pihak RS Ibunda tergugah hatinya dan segera memperbolehkan orang tua saya pulang dengan jaminan STNK saja, jangan unitnya," jelasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Rumah Sakit Ibunda yang beralamat di Jl. Ki Uju No. 1 Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten belum bisa dikonfirmasi.


Penulis : Redaksi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »