-->

Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

APH Diminta Lakukan Penyelidikan Terhadap PT. Shinta Woo Sung

By On 2/21/2021 03:10:00 AM




SERANG, CULA1.ID - Pihak Perusahaan diduga bungkam dan enggan menemui awak media ketika mendatangi Manajemen PT. Shinta Woo Sung untuk menindak lanjuti informasi serta menanyakan perihal kejadian laka kerja yang menyebabkan kematian salah satu karyawan, Selasa (16/2) lalu.

Diketahui, pabrik yang terletak di Kampung Sangereng, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang ini diduga tidak menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan minimnya BPJS Kesehatan maupun ketenagakerjaan.

Seperti yang dikatakan Ketua PUK SP TSK SPSI Hery, dirinya membenarkan jika K3 diperusahaan ini belum begitu maksimal. Dan dengan adanya kejadian seperti ini, mudah-mudahan manejemen perusahaan bisa memprioritaskan terkait K3 dan lebih diperhatikan.

"Kami sudah sering membahas K3 dan BPJS ini dengan manajemen perusahaan agar semua para pekerja didaftarkan ke BPJS," jelas Hery, saat ditemui di kantornya, Jum'at (19/2/2021).

Hery menerangkan bahwa HRD tidak bisa ditemui dengan alasan masih sibuk, mungkin nanti ketika masalah dengan keluarga korban sudah beres. Dan pihaknya akan membicarakan lagi dengan manajemen perusahaan agar  semua bisa duduk bersama untuk membahas agar perusahaan kedepannya bisa lebih baik lagi.

"Kami mohon maaf untuk saat ini pihak manajemen perusahaan belum bisa menemui rekan-rekan wartawan dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya," ucapnya.

Terkait dengan sikap Manajemen perusahaan tersebut, Ketua DPD LSM Penjara Banten Rasmidi angkat bicara, seharusnya kedatangan rekan-rekan media diapresiasi dengan baik oleh manajemen perusahaan, agar pemberitaan dilapangan dapat seakurat mungkin.

"Akurat yang dimaksud yaitu isi berita harus melalui proses konfirmasi dari pihak terkait sehingga seimbang dan benar-benar balance," ungkapnya.

Selain itu, Rasmidi juga menyangkan jika masih ada perusahaan yang melanggar UU Ketenagakerjaan dan BPJS. Padahal BPJS itu sangat penting untuk para pekerja, dimana fungsi dari BPJS Ketenagakerjaan adalah menjamin para pekerja agar mendapatkan pelayanan kesehatan dan santunan uang tunai jika menderita penyakit akibat kerja atau mengalami kecelakaan kerja, dimana risiko kecelakaan kerja tersebut terhitung dari karyawan pergi dan pulang kerja.

Ditambahkan, untuk BPJS Kesehatan itu sudah jelas merupakan asuransi yang menerapkan sistem gotong royong, yaitu yang sehat membantu yang lemah, dan BPJS juga akan membantu peserta yang mengalami sakit seumur hidup atau penyakit besar, seperti thalassemia, gagal ginjal kronis, kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya yang tidak ada di asuransi lain.

"Kalau perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya, bagi saya itu salah besar dan sudah selayaknya PT. Shinta Woo Sung mendapatkan sanksi dari pihak terkait," jelasnya, Sabtu (20/2/2021).

Rasmidi juga meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan atas meninggalnya salah satu karyawan di PT. Shinta Woo Sung yang diduga akibat laka kerja tersebut. 

"Jadi jika ada kelalaian dari pihak perusahaan, maka harus ada sanksi hukum dan bertanggungjawab atas meninggalnya nyawa seseorang," tandasnya.

Penulis : Asep | Editor : Lahudin

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »