-->

Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kerap Kali Merugi Akibat Banjir, Poktan Keserangan Butuh Penanggulangan

By On 2/02/2021 01:34:00 PM

Lokasi area persawahan Desa Keserangan terendam banjir



SERANG, CULA1.ID - Mewakili para petani, Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani Desa Keserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten butuh penanggulangan dalam mengatasi banjir di musim tanam masa rendengan.

Hal itu disampaikan Solihin selaku Ketua Poktan Karya Tani terkait adanya banjir langganan di setiap tahunnya yang kerap kali petani merugi.

"Dampak banjir di Desa Keserangan diatas 50 hektare sawah terendam dan sudah tentu kami petani menerima kerugiannya," kata Solihin kepada Cula1.ID, Selasa (2/2/21).

Menurutnya, banjir tahun ini ruah air semakin meluas sampai ke pemukiman warga, jadi saya menghitung 50 hektare sawah tersebut adalah catatan tahun kemarin.

Masih ditambahkan, bahwa pemberian bantuan seperti bibit dan yang lainnya bukan pembenahan terhadap hasil panen, melainkan kenapa tidak dibenahi aliran airnya.

"Saya menginginkan adanya revitalisasi Sungai Ciujung lama yang terkenal dengan sebutan kali mati, agar di musim berikutnya kami petani tidak lagi merugi," tambahnya.

Dimana banjir pada tahun ini menjadi catatan dan perhatian serius Dinas Pertanian Provinsi Banten, hingga intens melakukan kunjungan di beberapa wilayah yang lahan pertaniannya terkena banjir.

Kadis Dispertan (kiri) saat meninjau lokasi di Desa Keserangan dan berbincang dengan Solihin (kanan)


Seperti hari ini Selasa (2/2/21) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauchid S, M.Si beserta rombongan meninjau lokasi area persawahan yang terdampak banjir sekaligus menemui petani penggarap di Desa Keserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Mendengar keluhan petani, ada upaya besar untuk merealisasikan harapan para petani yang area sawahnya berada disepanjang aliran Sungai Ciujung lama (kali mati).

"Selama ini Dispertan tidak diam, selalu mensupport kebutuhan petani, bahkan hari ini pun petani meminta untuk penanggulangan banjir agar di musim tanam masa rendengan berikutnya tidak terjadi hal serupa," imbuhnya.

Agus Tauchid menjelaskan, meskipun bicara air adalah irigasi yang bukan bidangnya Dinas Pertanian. Akan tetapi di bidang pertanian mengalami kerugian besar akibat saluran aliran yang belum diselesaikan, begitupula bicara penanggulangan adalah bicara darurat.

"Ini menjadi prioritas kerja, sekalipun irigasi bukan ranah kami. Akan tetapi, upaya untuk menyelesaikan persoalan petani di wilayah Serang Utara kepada instansi terkait (SDA Provinsi Banten) sekiranya pekerjaan Long Storage tahap 2 bisa direalisasikan tahun ini dan tanpa adanya muatan," tutupnya.


Penulis : Redaksi

Editor : Lahudin





Next
« Prev Post
Previous
Next Post »