-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kuasa Hukum KSP PUM : Silahkan Tempuh Jalur Hukum

By On 2/25/2021 07:50:00 PM




TANGERANG, CULA1.ID - Terkait dengan pemberitaan di beberapa media online tentang adanya dugaan pengeroyokan terhadap Pengacara Fikri, S.H., disaat berlangsungnya rapat khusus restrukturisasi Koperasi Simpan Pinjam Pelangi Usaha Muda (KSP PUM), peristiwa tersebut dibantah oleh M. Ali, S.H., M.H., selaku Kuasa Hukum.

Menurutnya, rapat yang dilakukan secara terbatas di Restoran Remaja Kuring pada Rabu (24/2) kemarin, memang sempat ricuh, namun tidak ada tindakan pengeroyokan, dan itu hanya spontanitas anggota saja.

"Mereka menganggap Fikri bertindak secara arogan, karena menggebrak meja saat berbicara," katanya, Kamis (25/2/21).

Diterangkan, apabila dikeroyok, tentunya babak belur, karena didalam rapat itu yang hadir diperkirakan 30 anggota KSP PUM, pasti wajahnya sudah tidak karuan lagi kalau dikeroyok. Sebenarnya rapat itu dilakukan untuk pergantian Ketua dan kepengurusan hanya untuk anggota.

"Jadi Fikri itu bukan Kuasa Hukum KSP PUM seperti yang diberitakan, Kuasa Hukumnya adalah saya," terangnya.

Dijelaskan Ali, pada saat rapat berlangsung saya tidak bertindak sebagai Kuasa Hukum, akan tetapi bertindak sebagai moderator saja. Entah siapa yang mengundang Fikri datang, sehingga dirinya memperkenalkan diri sebagai Kuasa Hukum Ketua yang lama, yakni Khodri Butar.

"Akhirnya Fikri ikut berbicara dalam rapat dan sempat memanas sehingga menggebrak meja, spontan sebagai tuan rumah anggota KSP PUM tersinggung. Tapi hanya ribut mulut dan selebihnya dipisah, bukan dikeroyok, itu dipisah," jelasnya.

Ditambahkan Pengacara muda ini, dirinya mempersilahkan Rifki untuk menempuh jalur hukum apabila terbukti adanya tindakan pengeroyokan, silahkan saja itu hak setiap warga Negara. Namun sebagai orang yang berpendidikan, menurut saya Fikri seharusnya lebih bisa menahan emosi dan tidak memperkeruh keadaan.

"Pengacara itu profesi terhormat, pasti ada tempatnya sendiri untuk berdebat membela klien, yaitu di Pengadilan," tambahnya.

Terpisah, dengan nada tegas M. Zaini yang namanya disebut-sebut dalam pemberitaan sebagai Ketua terpilih membantah dengan adanya berita di beberapa media online yang menyebutkan adanya tindakan pengeroyokan terhadap Fikri.

Rapat kemarin itu restrukturisasi. Dan hasil rapat disepakati bahwa Ketua lama Khodri Butar diberhentikan dengan hormat dan digantikan Yusman Efendi sebagai Ketua terpilih.

"Jadi bukan saya ketuanya. Narasi di berita yang beredar itu salah," tegasnya.

Senada dengan Ali, Zaini juga mempersilahkan kepada Fikri untuk menempuh jalur hukum apabila tidak puas dengan hasil rapat anggota kemarin.

"Terkait hasil rapat, seyogyanya jika tidak puas, lakukan dengan cara santun dan elegan. Jangan gebrak-gebrak meja dan melakukan kekerasan verbal," tutupnya.

Penulis : Asep | Editor : Lahudin

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »