-->

Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pekerjaan Pengaman Pantai Taman Jaya PT. Hydro Techno Utama Dipertanyakan

By On 2/04/2021 09:53:00 PM




PANDEGLANG, CULA1.ID - Serius jadi tanda tanya besar oleh Wely Morgan selaku anggota Ormas Laskar Merah Putih (LMP) yang sedikit banyaknya mengetahui tentang awal proses lelang yang diikuti oleh PT. Hydro Techno Utama (HTU) selaku peserta lelang sampai dimenangkan juga sampai selesai pada pekerjaan Amandemen-1 tahun 2020.

Diterangkan, kegiatan pembangunan prasarana sumber daya air paket pekerjaan pengaman Pantai, lokasi di Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten dalam Amandemen-1 tahun 2020 dengan nomor kontrak 615/SP.14.4.1/PJSA-DPUPR/2020, tanggal kontrak 2 April 2020, nomor Amandemen-1 (ADD) 615/ADD/39.3.1/PJSA-DPUPR/2020 tanggal 23 September 2020 dengan nilai kontrak Rp 8.155.966.000, yang pada tahun anggaran 2020 ADD-1 selesai dikerjakan dalam kebutuhan progres kerja 50 persen fisik.

Menginjak pekerjaan di ADD-2, Wely menjelaskan bahwa di kegiatan Amandemen-1 yang menjadi syarat-syarat administrasi Dokumen Lelang (Doklang) diduga sebagian syarat dukungan saat pelaksanaan pekerjaan tidak difungsikan.

Ditambahkan, saat pengajuan lelang kelengkapan syarat tersebut diatas menggunakan dokumen kelengkapan sarana dari orang lain, sebut saja PT. Putra Tambak Utama selaku pemilik kelengkapan sarana dan personil manajerial yang tidak ada saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung.

"Seperti bukti sarana kepemilikan alat atas nama orang lain juga dalam kelengkapan personil manajerial dengan gelar Magister Teknik (MT) selaku pelaksana metode kerja, tidak terlihat saat pelaksanaan pekerjaan di ADD-1," jelasnya, Kamis (4/2/21).

Belum selesai tentang pertanyaan administrasi lelang, saat kunjungan ke lokasi kegiatan, muncul pertanyaan tentang rongga-rongga dipenataan batu serta tinggi elevasi bangunan dari permukaan jalan. 

Tinggi elevasi bangunan dari permukaan jalan diduga tidak akan menjamin ombak saat air laut terjadi rob


Dimana besar kemungkinan akan lebih cepat terjadi penurunan pada bangunan pengaman pantai, disebabkan akibat gerak ombak yang menjadikan perubahan terhadap kontur dasar dan bagunan.

"Mirisnya lagi, tingkat air pasang saat rob dengan mengacu pada elevasi bangunan, jarak tinggi dari permukaan jalan diduga tidak akan menjamin air rob tidak tumpah ke jalan," tambahnya.

Hal tersebut diatas melihat dari hasil kerja PT. HTU pada kegiatan pengaman pantai pada tahun-tahun sebelumnya, hampir di setiap bangunannya terjadi penurunan terhadap elevasi bangunan akibat gerak ombak.

Dan penjelasan dari Wely dikuatkan oleh pengakuan warga sekitar pantai, bahwasanya pernah terjadi banjir rob pada ketinggian maksimal.

"Pernah terjadi rob sampai setinggi pinggul orang dewasa," ucapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pelaksana PT. Hydro Techno Utama R dengan nomor telpon 08380776xxxx saat dihubungi tidak merespon.

Penulis : Redaksi
Editor : Lahudin

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »