-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Keluhkan Pengolahan Limbah B3 Fly As

By On 3/02/2021 10:58:00 PM

Tumpukan limbah B3 Fly As yang dikeluhkan warga (Gambar : Minggu, 01 Maret 2021)



TANGERANG, CULA1.ID - Warga Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten  Tangerang mengeluh dengan adanya tumpukan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), dimana limbah tersebut diduga hasil pembakaran dari perusahaan.

Dikatakan warga, dirinya merasa hawatir dengan kondisi kesehatan bagi dirinya dan warga sekitar dengan adanya tumpukan limbah yang hanya ditumpuk begitu saja.

Setahu saya itu, sisa usaha atau kegiatan yang mengandung zat ataupun komponen yang secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

"Mungkin sekarang belum terasa dampak negatifnya. Tapi nanti suatu hari, lama kelamaan akan mengganggu kesehatan," kata warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (1/3/21).

Ketika dikonfirmasi mengenai pengolahan limbah dan perizinan, Darta salah satu Mandor menerangkan bahwa limbah ini aman dan tidak beracun dan untuk perizinan silahkan tanya kepada Iyan.

"Untuk pengangkutan limbah dikelola sama pihak Desa," terangnya.

Kepala Desa Jayanti Misri Rahayu (ketiga dari kiri) ketika dikonfirmasi awak media (Gambar : Senin, 02 Maret 2021)


Terpisah, Kepala Desa Jayanti Misri Rahayu mengelak dengan ucapan yang diungkapkan Darto terkait adanya keterlibatan Desa Jayanti untuk pengangkutan limbah B3 Fly As.

"Itu tidak benar. Tidak ada kontribusi satu rupiahpun yang masuk ke Kas Desa," ucapnya, Senin (2/3/21).

Menanggapi hal tersebut, Haerudin salah satu aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup menjelaskan, apapun bentuk pengelolahan limbah B3 itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku, serta harus memiliki perijinan.

"Karena dampak yang diakibatkan oleh penumpukan limbah bekas pembakaran batu bara akan berdampak pada lingkungan hidup dan masyarakat disekitarnya," jelasnya.

Ditambahkan, limbah B3 itu mengandung zat atau bahan anorganik berbahaya yang bersifat Teratogenik. Dimana Teratogenik adalah sebuah bahan berbahaya yang dapat membuat perkembangan menjadi tidak normal.  Misalnya dalam medis, perkembangan dari sel selama masa kehamilan yang dapat merusak embrio.

"Penanganan yang benar itu dapat dimulai dengan memisahkan limbah B3 dari jenis-jenis sampah lainnya, dan menempatkannya dalam wadah khusus yang terpisah," imbuhnya.

Penulis : Andre A/Wely M | Editor : Lahudin

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »