-->

Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Panancangan, Kota Serang Keluhkan Pembagian BST

By On 4/19/2021 12:00:00 PM




KOTA SERANG, CULA1.ID - Kementerian Sosial kembali mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300.000 perbulan dan diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini untuk memulihkan perekonomian masyarakat di tengah resesi akibat Pandemi Covid-19.

Akan tetapi, ada beberapa penerima program BST pada tahap sebelumnya mendapatkan bantuan, tapi pada tahap 12 - 13 nama mereka tidak terdaftar tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Seperti yang dikatakan Mukhlis (47) warga Kampung Panancangan 01/01, Kelurahan Panancangan, Kota Serang, Banten, namanya tidak terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai ditengah Pandemi Covid-19.

Dijelaskannya, dari tahap 1 - 11 dirinya terdaftar dan menerima uang tunai sebesar Rp 300.000 perbulan. Akan tetapi, pada saat pembagian BST tahap 12 - 13 sekarang, daftar nama saya tidak terdaftar.

"Entah kenapa nama saya tidak ada, seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu," jelasnya, Rabu (14/4).

Senada dikatakan Solikhin (41) warga Link. Panancangan 02/01 mengatakan bahwa ada beberapa masyarakat Kelurahan Panancangan yang tidak mendapatkan program BST tahap 12 - 13 tahun 2021.

"Tadi juga banyak yang mengeluhkan namanya tidak terdaftar," katanya.




Sementara itu, Edi perwakilan dari Kantor Pos Serang menerangkan bahwa pihaknya hanya menerima data dari Dinsos Kota Serang. Jadi, terkait data penerima yang tidak terdaftar, tapi sebelumnya terdaftar, silahkan tanyakan saja ke Dinas Sosial Kota Serang.

"Untuk saat ini yang terdaftar ada 742 penerima. Dan bagi penerima yang saat ini belum mengambil, pihaknya memberikan waktu 2 minggu di Kantor Pos," terangnya.

Terkait dengan adanya kerumunan warga, Edi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Popy menjelaskan bahwa kewenangan BST itu sepenuhnya ada di pusat dan penyalurannya melalui Kantor Pos.

"Jadi tidak melibatkan Dinsos Kota," jelasnya via pesan Whatsapp.

Kemudian soal ada penerima di tahap sebelumnya kemudian jadi tidak menerima, kemungkinan hasil perbaikan data yang dilakukan oleh Pusdatin Kemensos. Dan PT. Pos langsung menerima data dari Kemensos langsung.

"Tapi yang jelas, datanya dicoret itu setelah Kemensos melakukan perbaikan data," imbuhnya.

Penulis : Redaksi_04

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »