-->

Jurnal Kelestarian Bangsa

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Proyek Penarikan Harta Karun Milik Telkom Diduga Dikuasi PT Mukti

By On 7/09/2021 01:48:00 AM

SERANG, Cula1.ID – Pada Jumat dini hari, 09 Juli 2021, sekira pukul 23:06 Wib, awak medi media online Cula1.ID melintas di jalan Situ Terate, Desa Situ Trate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, terlihat beberapa tenaga penggali saluran kabel mencari sesuatu yang diduga kabel milik Telkom yang sudah tidak berfungsi untuk mencari keuntungan kelompok atau pun pribadi.

Kegiatan diduga ilegal juga diduga berkolaborasi dengan bebagai pihak seperti oknum petugas dari Telkom dan juga melibatkan oknum anggota dari kesatuan (TNI-red).

Galian yang mencapai 2 meter di berbagai titik tersebut sampai saat ini belum ditemukan benda yang dicari, yaitu tembaga.

Para pekerja galian yang diduga berasal dari luar kota, yaitu Bogor dibayar dengan upah sebesar Rp 200 ribu per hari.

Namun sangat disayangkan para pekerja tidak memperhatikan rambu-rambu yang semestinya terpasang.

Aset Telkom yang semestinya menggunakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Kementrian yang ada berita acaranya.

Menurut pantauan media di lapangan kegiatan galian yang sarat dugaan tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

Seperti diketahui, aset Negara yang tertanam dalam tanah harus ada laporan tertulis dan disambungkan ke instansi terkait ada berita acaranya.

Salah seorang Korlap kegiatan penggalian tersebut berinisial W kepada awak media menyampaikan terimakasih atas informasi terkait banyaknya aset Telkom yang hilang di wilayah Serang Timur (Sertim).

“Saya sangat berterimakasih atas keterangan dari rekan media yang telah memberikan informasi terkait banyaknya aset Telkom yang hilang di wilayah Sertim yang juga tidak menutup kemungkinan team yang bekerja sesuai perintah atasan tidak mendapatkan hasil sesuai target. Karena database yang dipegang oleh pekerja di lapangan banyak yang nihil alias zonk,” ucapnya. (Andrey Amin)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »