-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cegah Ujaran Kebencian dan Provokasi SARA, DPN SPI Aktif Lakukan Literasi Melalui Medsos

By On 10/23/2021 07:19:00 PM

JAKARTA, CULA1.ID – Keberadaan Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia (DPN SPI) merupakan elemen masyarakat berbasis aktivis dari berbagai lapisan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda Indonesia akan kehadiran Polri di tengah masyarakat. 

“Kondisi hubungan antara Polri dan masyarakat di masa kini berjalan cukup baik dan harmonis namun dikarenakan adanya penyebaran hoax, ujaran kebencian dan provokasi akibat bersinggungan berbagai kepentingan, maka kondisi masyarakat menjadi terbelah dan terkotak-kotak,” kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia (DPN SPI), Fonda Tangguh, SE, MH melalui press releasenya yang diterima media ini, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Menurut Fonda, masuknya beberapa elit individu/kelompok sengaja menciptakan suatu kondisi yang tidak kondusif sehingga masyarakat berpandangan skeptis terhadap segala tindakan Polri terutama dalam tugas di lapangan terkait pemeliharaan Kamtibmas dan penegakkan hukum. 

“DPN SPI merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas) beranggotakan warga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap upaya penegakkan hukum dan pemeliharaan Kamtibmas di Indonesia oleh Polri,” pungkasnya. 

“Organisasi kami memiliki struktur kepengurusan berpusat di Jakarta dan memiliki struktur daerah di masing-masing Provinsi,” imbuhnya.

Fonda menjelaskan, aktifitas organisasi DPN SPI fokus menyoroti berbagai kasus-kasus yang menyita perhatian masyarakat saat ini, diantaranya yaitu masifnya penyebaran hoax, ujaran kebencian dan provokasi SARA melalui Medsos, dan penyalahgunaan Narkoba, sehingga berpotensi menyebabkan kecenderungan masyarakat terpecah belah menjelang pelaksanaan Pilpres 2024. 

“Kami juga aktif melakukan literasi dan edukasi kepada netizen dan masyarakat milenial tentang kegiatan positif melalui akun sosial media, khususnya Instagram, dan pentingnya pemahaman akan batasan penggunaan Medsos serta bahaya penggunaan Medsos,” tutupnya. (*/red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »