-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diduga Kurangi Kualitas dan Kuantitas, Proyek Bangunan Pelengkap Jalan Cikoneng - Singapadu Curug Disoal

By On 4/10/2022 02:06:00 PM


KOTA SERANG - Paket kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten / Kota Pekerjaan Bangunan Pelengkap Jalan Cikoneng - Singapadu Kecamatan Curug Kota Serang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kota Serang tahun 2022 diduga dikerjakan tak sesuai spesifikasi mutu dalam perencanaan dan pelaksanaan.

Pasalnya, proyek yang diketahui dikerjakan oleh CV Karya Pelita Abadi selaku penyedia jasa konstruksi tersebut disinyalir mengurangi kualitas dan kuantitas. Hal itu seperti pada kondisi pengerjaan pembentukan Turap penahan tanah.

Tampak bagian lantai dasar pondasi yang langsung ditumpuk bebatuan dalam kondisi berlumpur tanpa menggunakan pasir dan adonan semen /spacy.  Belum lagi, tak disiplinnya para pekerja penyedia tersebut yang seakan lagi-lagi abaikan standar kelayakan MK3.

Dari keterangan kepala tukang atau mandor pekerja di lokasi, dirinya hanya ditugaskan untuk pengerjaan saja. Perihal mutu kualitas pengadaan material seperti penggunaan Semen merk Rajawali atau gunakan pasir ayak, menurutnya disuplay oleh 'Bos' nya bernama H. Asmuni.

"Patokan saya mah pokoknya, pekerjaan Turap ini panjangnya 155 meter, lebar 30 centimeter dengan tinggi bervariasi atau disesuaikan, " ujarnya ketika ditemui media kemarin,  (Sabtu, 9/04/2022).

Lanjut ditanya pengawasan pada standar mutu kelayakan pekerjaan, UF beranggapan jika dirinya belum pernah ditegur oleh konsultan maupun pihak pemborong pelaksana.

Menanggapi hal tersebut, rupanya proyek pemerintah bernilai ratusan juta melalui Bidang Bina Marga DPUPR Kota Serang itu diam-diam juga telah mendapat sorotan dari salah satu warga sekitar sekaligus aktivis.

Sunardi menyayangkan bahwa tidak sepantasnya pengerjaan proyek pembangunan tembok turap penahan tanah sebagai dari bagian bangunan pelengkap penyelenggaraan jalan bagi kepentingan masyarakat ini luput dari pengawasan pihak terkait.

"Kalau pihak dari pengawas terlebih lagi konsultan tidak sanggup mengawasi dengan baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, lebih baik berhenti saja dan jangan pernah dipakai lagi. Jangan makan gaji buta, " ungkap Sunardi yang juga seorang Aktivis LSM itu.

Masih kata ia, untuk itu dirinya berharap nantinya pihak DPUPR Kota Serang dengan penyerapan anggaran negara ini agar dapat bekerja semaksimal mungkin dan tidak berkesan tutup mata asal terserap saja. 

"Adanya power para pelaksana teknis dinas untuk turun langsung sidak ke lokasi, PPTK, PPK dan KPA yang mampu dan berani memberikan teguran sangsi baik administrasi seperti penangguhan pencairan, hingga blacklist, " tuturnya pungkas. (Adhisn)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »