-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PT. Legend Bukit Kontruksi Adakan Sosialisasi Pembangunan Revitalisasi Situ Cipondoh

By On 6/21/2022 08:29:00 PM

 Penulis : Hafid S // Editor : Edi Sutiadi

Selasa, 21 Juni 2022, Time, 20.30 Wib.



Kota Tangerang - Kegiatan sosialisasi memegang peranan cukup penting dalam kelancaran suatu pekerjaan. Untuk itu, sosialisasi perlu dilaksanakan secara menerus mengikuti tahapan, mulai dari tahap pra kontruksi yang dilaksanakan oleh pimpinan proyek dibantu konsultan dengan kegiatan antara lain berupa penjelasan dan diskusi dengan instansi-instansi yang terkait, tokoh-tokoh maupun masyarakat langsung. 

Sampai dengan sosialisasi pada tahap kontruksi, yakni kegiatan yang dilaksanakan bersama oleh konsultan kontraktor dan tim proyek. Pada tahapan ini lebih terfokus pada kelancaran, meliputi pelaksanaan di lapangan, serta koordinasi dengan instansi yang terkait langsung di lapangan, koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat sehubungan dengan jadwal dan juga metode pelaksanaan.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, (14/06) Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cipondoh, perwakilan masyarakat dan perwakilan kontraktor.

Project Manager (PM) PT. Legend Bukit Konstruksi, Qori Muhammad Romdhon, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan forum publik untuk mengabarkan kepada masyarakat dan pimpinan daerah setempat, jika akan dilakukan revitalisasi dilingkungan mereka.

“Kenapa disosialisasikan? Karena nanti mereka akan terdampak atas konstruksi yang dampaknya akan positif bagi mereka. Makanya jika kita tidak melakukan sosialisasi, khawatir akan ada resistensi dari masyarakat,” ujarnya, seperti dikutip dari BantenPost.



Ia yang juga merupakan warga asli Kota Tangerang mengatakan, sebelum pemerintah berupaya melakukan revitalisasi, masyarakat sudah terlebih dahulu memanfaatkan Situ Cipondoh sebagai sarana untuk mencari rezeki.

“Harapan saya juga sebagai masyarakat Kota Tangerang, ingin ada tempat wisata yang proper. Diluar negeri kan banyak juga danau yang menjadi ikon bagi daerah mereka,” terangnya.

Menurut Qori, revitalisasi Situ Cipondoh akan berlangsung selama 180 hari kalender sesuai dengan kontrak. Ditargetkan, awal bulan Desember nanti kegiatan revitalisasi tersebut dapat rampung sepenuhnya.

“Metode yang kami gunakan adalah kebanyakannya precast. Kenapa kebanyakan precast? Karena waktunya mepet, sedangkan di depan jalannya sempit. Semua mobilisasi yang menggunakan alat berat akan kami lakukan di malam hari dan akan dihindari pengiriman pada saat weekend,” ucapnya.

Sementara itu Camat Cipondoh, Rizal, mengatakan bahwa dengan dilakukannya revitalisasi terhadap Situ Cipondoh, dapat membuat danau yang kerap menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya itu menjadi indah.

“Saya juga menyampaikan kepada teman-teman (PUPR) untuk menitikberatkan pada pengerukan dulu. Sambil yang lainnya berjalan, pengerukannya juga berjalan deh. Karena sedimentasinya sudah sangat tinggi sekali,” ujarnya.

Dengan dilakukannya revitalisasi Situ Cipondoh, Rizal berharap dapat berjalan dengan baik dan berdampak pada peningkatan nilai ekonomi masyarakat.

“Saya harap ini menjadi momomentum bagi kita semua, mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Yang pasti bagaimanapun, Situ Cipondoh ini harus bisa menjadi bagian dari peningkatan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Ditempat yang sama perwakilan Pemuda dan Masyarakat, Maulana Hasanudin, menyampaikan jika saat ini masyarakat dan para pedagang yang berada di sekitar Situ Cipondoh, mendukung dilakukannya revitalisasi. Sebab dari hasil sosialisasi, revitalisasi itu bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Alhamdulillah setelah saya konfirmasi sebelumnya kepada masyarakat bahwa mereka mendukung pembangunan ini. Karena memang kearifan lokal didahulukan dan ini kedepannya benar-benar untuk masyarakat,” katanya.

Maulana mengaku bahwa sebelumnya sempat terjadi penolakan dari masyarakat atas revitalisasi itu. Hal tersebut dikarenakan pada pelaksanaan revitalisasi yang pertama kalinya, kurang dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.


“Karena pekerjaan tahap pertama tidak terealisasi untuk sosialisasi kepada masyarakatnya. Masyarakat pun bingung, yang punya wilayah juga pada akhirnya bertanya-tanya kenapa bisa ada ini. Kali ini InsyaAllah belajar dari kesalahan kemarin,” tandasnya.

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »